Bukan Cuma Soal Kasih Sayang, Ini 7 Pola Asuh yang Baik untuk Kesehatan Mental Anak

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kesehatan mental anak menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua. Sama seperti kesehatan fisik, kondisi mental yang baik dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki hubungan sosial yang sehat. 

Sebaliknya, pola asuh yang kurang tepat berisiko memengaruhi perkembangan emosional anak hingga dewasa.

Baca Juga :
Ketum TP PKK Ingatkan Orang Tua Jangan Terburu-buru Beri HP ke Anak, Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah
Ibu di Tangerang Jual Anaknya Usia 12 Tahun Rp 14 Juta Buat Dinikahkan

Membangun kesehatan mental anak bukan berarti orang tua harus selalu memenuhi semua keinginannya. Justru, pola asuh yang penuh kasih sayang, konsisten, dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar merupakan fondasi penting dalam mendukung kesejahteraan psikologisnya. 

Sebab itu, memahami cara mengasuh yang tepat menjadi bekal berharga bagi setiap orang tua. Berikut beberapa pola asuh yang dapat membantu menjaga kesehatan mental anak sejak dini, sebagaimana dirangkum dari CDC, Senin, 29 Juni 2026.

1. Bangun hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang

Anak membutuhkan rasa aman dari orang tua. Hal ini dapat dibangun melalui perhatian, pelukan, kata kata yang positif, serta kehadiran Anda dalam kehidupan sehari hari. Ketika anak merasa dicintai dan diterima apa adanya, mereka akan lebih mudah membangun rasa percaya diri serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan atau tantangan di kemudian hari.

2. Dengarkan perasaan anak tanpa menghakimi

Saat anak mengungkapkan rasa sedih, marah, kecewa, atau takut, cobalah mendengarkan terlebih dahulu tanpa langsung menyalahkan atau menyepelekan perasaannya. Dengan mendengarkan secara aktif, anak akan merasa dihargai dan belajar bahwa setiap emosi adalah hal yang wajar. Cara ini juga membantu mereka mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih sehat.

3. Terapkan disiplin yang positif

Disiplin bukan berarti memberikan hukuman fisik atau membentak anak. Sebaliknya, disiplin positif dilakukan dengan memberikan aturan yang jelas, menjelaskan alasan di balik aturan tersebut, serta menerapkan konsekuensi yang mendidik ketika anak melakukan kesalahan. Pendekatan ini dapat membantu anak memahami tanggung jawab sekaligus menjaga hubungan yang baik dengan orang tua.

4. Luangkan waktu berkualitas bersama anak

Quality time tidak selalu harus dilakukan dengan liburan mahal atau aktivitas yang rumit. Bermain bersama, membaca buku, makan malam tanpa gangguan gawai, atau sekadar mengobrol sebelum tidur sudah dapat menjadi momen berharga.

Baca Juga :
Bukan Cuma Terlalu Dimanjakan, Ini 6 Kesalahan Pola Asuh yang Bisa Merusak Kesehatan Mental Anak
Pola Asuh Orang Tua Taufik Hidayat Disorot, Ayah Kandung Sebut Putranya Jadi Anak Kesayangan karena Paling Ganteng
Anak Sekolah Demo Dukung MBG, DPR: Jangan Ganggu Siswa-Siswi untuk Belajar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian Kebudayaan Minta Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Membongkar Rahasia yang Membuat Game Open World Seperti GTA 6 Selalu Dinantikan
• 14 menit laluviva.co.id
thumb
Bursa Transfer Liga Italia Resmi Dibuka, Mantan Bos Jay Idzes Ingin Rekrut Pemain Sassuolo ke Juventus
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Bikin Sejarah! Tim Voli Putra Indonesia Juara AVC Men s Cup 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan 3-0
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Aksi Seribu Lilin untuk Dokter Icha, Tenaga Kesehatan TTU Beri Penghormatan Terakhir
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.