Jakarta, VIVA – Kesehatan mental anak menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua. Sama seperti kesehatan fisik, kondisi mental yang baik dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki hubungan sosial yang sehat.
Sebaliknya, pola asuh yang kurang tepat berisiko memengaruhi perkembangan emosional anak hingga dewasa.
Membangun kesehatan mental anak bukan berarti orang tua harus selalu memenuhi semua keinginannya. Justru, pola asuh yang penuh kasih sayang, konsisten, dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar merupakan fondasi penting dalam mendukung kesejahteraan psikologisnya.
Sebab itu, memahami cara mengasuh yang tepat menjadi bekal berharga bagi setiap orang tua. Berikut beberapa pola asuh yang dapat membantu menjaga kesehatan mental anak sejak dini, sebagaimana dirangkum dari CDC, Senin, 29 Juni 2026.
1. Bangun hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang
Anak membutuhkan rasa aman dari orang tua. Hal ini dapat dibangun melalui perhatian, pelukan, kata kata yang positif, serta kehadiran Anda dalam kehidupan sehari hari. Ketika anak merasa dicintai dan diterima apa adanya, mereka akan lebih mudah membangun rasa percaya diri serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan atau tantangan di kemudian hari.
2. Dengarkan perasaan anak tanpa menghakimi
Saat anak mengungkapkan rasa sedih, marah, kecewa, atau takut, cobalah mendengarkan terlebih dahulu tanpa langsung menyalahkan atau menyepelekan perasaannya. Dengan mendengarkan secara aktif, anak akan merasa dihargai dan belajar bahwa setiap emosi adalah hal yang wajar. Cara ini juga membantu mereka mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih sehat.
3. Terapkan disiplin yang positif
Disiplin bukan berarti memberikan hukuman fisik atau membentak anak. Sebaliknya, disiplin positif dilakukan dengan memberikan aturan yang jelas, menjelaskan alasan di balik aturan tersebut, serta menerapkan konsekuensi yang mendidik ketika anak melakukan kesalahan. Pendekatan ini dapat membantu anak memahami tanggung jawab sekaligus menjaga hubungan yang baik dengan orang tua.
4. Luangkan waktu berkualitas bersama anak
Quality time tidak selalu harus dilakukan dengan liburan mahal atau aktivitas yang rumit. Bermain bersama, membaca buku, makan malam tanpa gangguan gawai, atau sekadar mengobrol sebelum tidur sudah dapat menjadi momen berharga.





