Pantau - Kementerian Kebudayaan meminta Pemerintah Kota Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan usulan tradisi Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dengan melengkapi kajian akademik dan dokumen pendukung secara komprehensif.
Kemenbud Dorong Penyusunan Kajian AkademikWakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha meminta kesiapan Pemerintah Kota Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengusulkan Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Giring mengungkapkan, "Pendaftarannya memang melalui Kementerian Kebudayaan, namun kita harus banyak menyusun kajiannya."
Giring menyampaikan bahwa pada tahun ini tempe akan disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Ia meminta doa dari masyarakat Indonesia agar proses tersebut berjalan lancar.
Menurut Giring, daya tarik Tabuik terletak pada desain yang memiliki banyak ornamen dan bersayap.
Giring juga menyoroti cara dan proses pembuatan Tabuik.
Ia menyebut prosesi menghoyak Tabuik sebelum akhirnya dibuang ke laut menjadi salah satu keunikan tradisi tersebut.
Menurut Giring, tradisi Tabuik harus terus dipertahankan.
Ia menilai pelestarian Tabuik tidak hanya menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
Pemkot Pariaman Siap Ajukan Tabuik ke UNESCOWali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pemerintah daerah berharap Tabuik dapat masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Yota Balad mengungkapkan, "Kami siap mempersiapkan apa dan bagaimananya agar Tabuik masuk UNESCO."
Menurut Yota, pelaksanaan Tabuik tahun ini merupakan yang paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut kemeriahan tersebut terlihat dari banyaknya wisatawan yang datang.
Yota mengatakan penyelenggaraan tahun ini juga semakin istimewa karena dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Ia menambahkan Giring turut menyanyikan lagu-lagu hits dari grup band Nidji.




