JAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan memengaruhi cicilan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap berada di level 5 persen hingga masa kredit berakhir.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel. Menurutnya, FLPP dirancang khusus untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat memiliki rumah dengan cicilan yang terjangkau dan stabil.
“Program FLPP sangat berpihak kepada rakyat. Penerimanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria yang diatur dalam Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025. Selain harga rumah yang terjangkau, masyarakat juga mendapatkan suku bunga tetap sebesar 5 persen, subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta, serta cicilan yang ringan dan tetap sampai masa kredit berakhir,” ujar Didyk dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/6/2026) dikutip dari Antara.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Teknologi Tak Selalu Positif Bagi Manusia, Singgung soal Nuklir dan AI
BI Rate Naik, Cicilan Rumah Subsidi Tetap Aman
Sebagai informasi, Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate dua kali pada tahun ini. Suku bunga acuan meningkat menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026 dan kembali naik menjadi 5,75 persen pada 18 Juni 2026.
Meski demikian, pemerintah memastikan penerima FLPP tidak akan terkena dampak kenaikan tersebut.
Didyk menegaskan kebijakan bunga tetap menjadi salah satu keunggulan utama program rumah subsidi yang bertujuan memberikan kepastian finansial bagi masyarakat.
“Dengan arahan Presiden, Menteri PKP, serta dukungan Komite BP Tapera, bunga FLPP tetap 5 persen dan tidak akan naik hingga tenor kredit selesai. Ini memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat agar tidak terdampak fluktuasi suku bunga pasar,” katanya.
Skema Pendanaan FLPP Dinilai Kuat dan Berkelanjutan
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- rumah subsidi
- bunga flpp
- kpr subsidi
- bp tapera
- bi rate
- cicilan rumah





