Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (29/6). Pada Jumat (26/6), IHSG ditutup melemah 102,90 poin atau -1,72 persen ke level 5.896.
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan hari ini IHSG akan menguji level 5.700-5.800. Ada dua hal yang diperhatikan pasar yakni situasi Selat Hormuz dan rilis sejumlah data ekonomi pada pekan ini.
“Secara teknikal IHSG diperkirakan menguji level 5.700-5.800 pada pekan ini,” tulis Phintraco dalam keterangannya, Senin (29/6).
Saat ini, investor akan mencermati lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz terkait dengan pergerakan harga minyak setelah kembali terjadi bentrokan antara AS dengan Iran pada Jumat (26/6).
Dari data ekonomi, pada pekan ini akan dirilis sejumlah data penting dari AS, yaitu data pasar tenaga kerja, PMI manufaktur, factory orders dan indeks harga rumah. Sedangkan dari eropa akan dirilis data inflasi. Dari domestik, data ekonomi yang akan dirilis adalah S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
Di samping itu investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds, di mana pemerintah mengimbau dan menargetkan para pemilik modal besar untuk menempatkan dananya di instrumen tersebut dengan diberikan batas waktu 6 bulan, meski tidak bersifat paksaan.
Beberapa saham yang bisa dicermati hari ini menurut Phintraco adalah ISAT, UNTR, MARK, AMRT dan PNLF.
Sementara itu, Pilarmas Sekuritas secara teknikal memproyeksi IHSG hari ini akan meggalami pelemahan terbatas.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 5.735 sampai 6.080,” tulis Pilarmas.
Beberapa saham yang bisa dicermati hari ini menurut Pilarmas adalah AADI, PNLF, dan BBCA.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.





