Grid.ID - Korea Selatan gugur di Piala Dunia 2026. Hal itu terjadi usai tersisih dalam perebutan peringkat tiga terbaik.
Timnas Korea Selatan dipastikan tidak lagi melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 setelah hasil pertandingan di Grup K tidak menguntungkan mereka, Minggu (28/6/2026) WIB. Kepastian itu muncul usai Republik Demokratik (RD) Kongo berhasil melakukan comeback dengan menaklukkan Uzbekistan 3-1 di Stadion Atlanta.
Hasil tersebut membuat RD Kongo melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sekaligus menutup peluang Korea Selatan untuk lolos ke fase berikutnya.
Taeguk Warriors menuntaskan fase grup dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan. Mereka memulai turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, namun kemudian kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali tumbang 0-1 dari Afrika Selatan.
Di klasemen peringkat tiga terbaik Piala Dunia 2026, Korea Selatan menempati posisi ke-9, sementara hanya delapan tim teratas yang berhak melaju ke fase gugur bersama para juara grup dan runner-up.
Ini menjadi penampilan ke-11 secara beruntun bagi Korea Selatan di Piala Dunia. Pencapaian terbaik mereka masih tercatat pada edisi 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang dengan finis di peringkat keempat.
RD Kongo sendiri sempat tertinggal lebih dulu dari Uzbekistan lewat gol Eldor Shomurodov pada menit ke-10. Uzbekistan bahkan hampir unggul cepat, namun gol awal mereka dianulir karena offside.
Gol pembuka akhirnya tercipta melalui kerja sama apik, sebelum RD Kongo menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat penalti Yoane Wissa. Momentum berbalik setelah Fiston Mayele membawa mereka unggul 2-1, sebelum Wissa kembali mencetak gol di masa injury time untuk memastikan kemenangan 3-1.
Tambahan tiga poin tersebut membuat RD Kongo mengoleksi empat poin dari tiga laga dan finis di posisi ketiga Grup K. Kegagalan Korea Selatan juga tidak lepas dari keputusan pelatih Hong Myung-bo yang mencadangkan kapten Son Heung-min pada laga terakhir fase grup melawan Afrika Selatan.
Dalam laga yang berakhir 0-1 itu, Son baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dan hanya mencatat satu tembakan. Hong mengakui keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi yang pada akhirnya tidak membuahkan hasil maksimal.
"Kami berpikir Son akan lebih efektif ketika lawan mulai kehilangan tenaga, bukan ketika mereka masih dalam kondisi terbaik. Kami ingin memanfaatkannya saat ruang antarlini pertahanan lawan mulai terbuka," ujar Hong seusai laga, dikutip dari Reuters.
Pelatih berusia 57 tahun itu juga mengakui, jika mengetahui hasil akhirnya, ia kemungkinan akan mengambil keputusan berbeda.
"Saya sudah memikirkan matang-matang persiapan dan strategi untuk pertandingan ini. Namun jika kami tahu hasil akhirnya akan seperti ini, mungkin saya akan membuat pilihan yang berbeda. Pada akhirnya, hasil buruk ini adalah tanggung jawab pelatih kepala," kata Hong.
Kekalahan dari Afrika Selatan membuat Korea Selatan harus berharap pada hasil pertandingan tim-tim peringkat ketiga dari grup lain.
Tapi, setelah RD Kongo memastikan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan dan mengamankan tiket ke babak 32 besar, harapan Taeguk Warriors pun resmi berakhir. Sementara itu, Afrika Selatan melaju ke fase gugur sebagai runner-up Grup A dan akan menghadapi Kanada pada babak 32 besar. (*)
Artikel Asli




