Kredit Investasi Melonjak Hampir 20 Persen, Sinyal Kembalinya Ekspansi Dunia Usaha  

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tingginya pertumbuhan kredit investasi mencerminkan mulai pulihnya optimisme pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis dan menambah kapasitas produksi.

Kredit Investasi Melonjak Hampir 20 Persen, Sinyal Kembalinya Ekspansi Dunia Usaha. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pertumbuhan kredit investasi menjadi motor utama penyaluran kredit perbankan nasional sepanjang 2026. Berdasarkan kajian NEXT Indonesia Center, kredit investasi tumbuh 19,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga April 2026, jauh melampaui pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 6,04 persen dan kredit konsumsi yang hanya naik 6,13 persen. 

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko menilai tingginya pertumbuhan kredit investasi mencerminkan mulai pulihnya optimisme pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis dan menambah kapasitas produksi.

Baca Juga:
Kredit Perbankan April 2026 Tumbuh 9,98 Persen 

"Kredit investasi biasanya mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek bisnis beberapa tahun ke depan. Ketika jenis kredit ini tumbuh paling cepat, berarti ada keyakinan bahwa aktivitas ekonomi masih memiliki ruang untuk berkembang," ujar Christiantoko dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).

Laporan bertajuk Sektor Usaha Favorit Perbankan itu mencatat total outstanding kredit bank umum mencapai Rp8.755 triliun per April 2026. Dari jumlah tersebut, kredit yang mengalir ke sektor ekonomi mencapai Rp6.454 triliun, sedangkan kredit konsumsi rumah tangga sebesar Rp2.301 triliun.

Baca Juga:
Kredit Perbankan Capai Rp8.606 Triliun pada April 2026, Ini Pendorongnya

Menurut Christiantoko, tren tersebut menunjukkan arah penyaluran kredit perbankan mulai bergeser dari pembiayaan konsumtif menuju sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih baik.

Ia mengatakan perbankan kini tidak hanya mempertimbangkan besarnya kebutuhan pembiayaan, tetapi juga prospek usaha, kualitas risiko, dan kemampuan suatu sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:
BI Prediksi Tren Kredit Perbankan Tumbuh hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya

Di sisi lain, kualitas kredit perbankan juga masih terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen pada April 2026.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi menjadi segmen dengan kualitas terbaik dengan NPL hanya 1,34 persen. Sementara itu, NPL kredit modal kerja mencapai 2,64 persen dan kredit konsumsi sebesar 2,40 persen.

NEXT Indonesia Center menilai kombinasi antara pertumbuhan kredit investasi yang tinggi dan kualitas kredit yang tetap terjaga menjadi sinyal positif bagi perekonomian.

Kondisi tersebut menunjukkan perbankan tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor yang berpotensi menciptakan nilai tambah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Daop 6 Pastikan Perjalanan KA Aman Pascagempa Yogyakarta
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Netanyahu Soal Kesepakatan dengan Lebanon: Hari Bersejarah bagi Israel
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Menakar Tren Saham Tidur di Lantai Bursa
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Proyeksi Pekan Depan: Harga Emas Bergerak di Kisaran Rp 2,53—Rp 2,75 Juta per Gram
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Satu Abad Kawah Kereta Api Kamojang, Warisan Panas Bumi yang Menerangi 260 Ribu Keluarga
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.