JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dikenal dr Icha, dokter yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian publik usai mencuat dugaan adanya intimidasi oleh anggota DPRD Kabupaten TTU.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengungkapkan kronologi dugaan intimidasi yang diduga diterima dr Icha sebelum meninggal dunia.
Yosep menjelaskan, peristiwa bermula saat dokter Icha menangani seorang pasien yang menjadi korban gigitan ular di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Saat itu, dokter Icha disebut bertugas di luar jam kerja.
Baca Juga: Kasus Kematian Dokter di NTT, Kemenkes Janji Investigasi Menyeluruh
"Kalau dari kronologis yang kami terima bahwa dokter Icha saat itu sedang bertugas di luar jam kerja di Rumah Sakit Leona, kemudian mendapat rujukan pasien yang kena patokan ular," ujarnya dalam dialog Kompas Petang, KompasTV, Senin (29/6/2026).
Menurut Yosep, pasien yang ditangani oleh dokter Icha itu merupakan keluarga salah satu anggota DPRD TTU, dan tindakan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), yakni secara medis kondisi pasien belum direkomendasikan untuk disuntikkan anti-bisa.
"Sesuai prosedur yang dilakukan oleh almarhumah bahwa tidak semua patokan ular itu harus langsung disuntikkan anti-bisa, sehingga prosedur yang dilakukan ini sudah sesuai dengan seharusnya," ucap Yosep.
Namun, situasi di IGD memanas karena keluarga pasien panik dan memaksakan korban menyuntikkan anti-bisa. Pemaksaan tersebut diduga memunculkan intimidasi terhadap dokter Icha.
"Dari intimidasi itu, kemudian ada kalimat bodoh yang ditujukan kepada dokter Icha almarhum, sehingga ini yang kemudian menjadi trauma tersendiri terhadap dokter Icha atas intimidasi ini, yang kemudian berlanjut," ucapnya.
"Dari situ kemudian dokter Icha ini mengalami trauma, dan kita langsung mengambil langkah-langkah untuk segera melakukan terapi. Dan terakhir kita mengarahkan untuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan psikologis terkait kondisi almarhumah."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kematian dokter di ntt
- dugaan intimidasi
- anggota dprd
- anggota dprd TTU
- ntt
- bupati ttu





