Bursa Asia Beragam, Nikkei-Kospi Tertekan

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026), dengan sejumlah pasar utama mengalami tekanan.

Bursa Asia Beragam, Nikkei-Kospi Tertekan. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026), dengan sejumlah pasar utama mengalami tekanan setelah sentimen negatif dari Wall Street pada akhir pekan lalu.

Pelemahan saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS)-Iran membebani minat investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga:
AS dan Iran Akan Bertemu di Qatar Bahas Selat Hormuz

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,67 persen atau turun 461,67 poin ke level 68.899,21 setelah sempat menyentuh titik terendah 67.997,57.

Pelemahan terjadi setelah indeks acuan tersebut juga ditutup turun tajam pada perdagangan Jumat.

Baca Juga:
Bank Raya Rilis Fitur Raya Active, Integrasikan Tabungan dengan Aktivitas Olahraga

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menekan pergerakan indeks, terutama dari sektor teknologi dan keuangan.

Mengutip dpa-AFX, saham SoftBank Group tercatat turun hampir 6 persen, sementara operator merek Uniqlo, Fast Retailing, justru menguat tipis 0,5 persen.

Baca Juga:
Sumber Global Energy (SGER) Siap Lunasi Obligasi Rp90 Miliar, Jatuh Tempo 10 Juli 2026

Dari sektor otomotif, saham Honda Motor Co. naik lebih dari 1 persen dan Toyota Motor Corporation menguat tipis 0,2 persen.

Sementara itu, saham teknologi seperti Advantest Corporation turun hampir 4 persen dan Screen Holdings melemah lebih dari 2 persen.

Tekanan juga terlihat di Korea Selatan. Indeks KOSPI turun lebih dari 2 persen seiring aksi ambil untung pada saham teknologi setelah reli kuat sebelumnya.

Saham produsen chip utama, Samsung Electronics, terkoreksi lebih dari 4 persen, sedangkan SK hynix melemah lebih dari 3 persen.

Sentimen pasar global kembali terganggu setelah meningkatnya ketidakpastian terkait gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran.

Kedua negara dilaporkan kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan, sementara Iran membatalkan pembicaraan teknis dengan Washington.

 Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi serta aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Kekhawatiran geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak dan menekan sentimen risiko global.

Investor juga mencermati rencana investasi besar-besaran sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) yang akan diumumkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, dengan Samsung Electronics dan SK Group diperkirakan menyiapkan investasi jangka panjang untuk memperkuat industri teknologi canggih.

Meski didukung prospek kebijakan pemerintah, saham-saham unggulan sektor chip tetap berada di bawah tekanan akibat aksi jual global pada saham teknologi.

Di pasar Asia lainnya, indeks Straits Times Index Singapura turun 0,17 persen dan Shanghai Composite Index melemah 0,05 persen. Sebaliknya, indeks Hang Seng Index Hong Kong menguat 1,07 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,07 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maybank Syariah Perkuat Akses Layanan Haji Terintegrasi Melalui Amanah Pro
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Rekomendasi Drama China Bertema Historical yang Tayang Juli 2026, Ada Love in Red Dust hingga Blossoms of Power
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Kemlu Ungkap Kondisi PMI di Libya yang Minta Dipulangkan ke Indonesia
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Gangguan Pasokan, Warga Bekasi Andalkan Bantuan Tangki Air Bersih
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pemuda ASEAN jajaki inovasi AI dan kerja Sama di Guangxi, China
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.