Dalam kunjungan tersebut, mereka menjelajahi pusat inovasi, proyek industri, infrastruktur utama, dan program pendidikan kejuruan, mencari peluang-peluang baru untuk kerja sama praktis dengan China.
"Ada pepatah Indonesia yang berbunyi: 'Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China'."
Pepatah tersebut memberikan kesan mendalam bagi La Ode Muhammad Faisal Wikra Kusuma Wardana saat dirinya berkunjung ke Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan, di mana dia menyaksikan ekosistem inovasi China yang berkembang pesat dan melihat langsung bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Perjalanan itu membantu saya lebih memahami makna di balik pepatah tersebut," kata Wardana, pejabat bidang kebudayaan Provinsi Jawa Barat. "Saya sangat terkesan dengan kemajuan China dalam inovasi teknologi dan AI."
AI menjadi salah satu sorotan dari perjalanan tersebut. Di Pusat Inovasi AI Berwujud Guangxi-ASEAN, para delegasi menyaksikan robot melakukan berbagai tugas dalam bidang perbankan, retail, dan budaya, sementara robot barista dan demonstrasi interaktif menarik antusiasme para peserta.
Di Pusat Kerja Sama Inovasi Kecerdasan Buatan China-ASEAN, mereka diperkenalkan dengan berbagai produk berteknologi AI, termasuk perangkat diagnostik pengobatan tradisional China, kacamata penerjemah, dan robot ikan biomimetik.
"Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan kepada saya potensi AI yang luar biasa," ujar Wardana.
"Saya yakin AI akan memainkan peran yang semakin penting dalam meningkatkan kehidupan manusia," tambahnya.
Delegasi tersebut juga mengunjungi Guangxi Jingui Pulp & Paper Co., Ltd., anak perusahaan Asia Pulp & Paper di bawah Sinar Mas Group Indonesia, yang lini produksinya sedang beroperasi dengan kapasitas penuh.
Produk karton premium perusahaan tersebut diekspor ke pasar ASEAN untuk digunakan dalam pengemasan produk farmasi, kosmetik, barang konsumsi, dan produk elektronik, yang mencerminkan kerja sama industri yang berkembang antara China dan Indonesia.
Delegasi Myanmar, Htet Htet Yi Nway Oo, sangat tertarik pada penerapan AI di bidang perawatan kesehatan. Dia mengatakan dirinya terkesan setelah menyaksikan seorang peserta lain menjajal perangkat penilaian kesehatan berteknologi AI yang menganalisis fitur wajah dan gambar lidah untuk menilai kondisi kesehatan seseorang.
"Saya yakin AI memiliki prospek yang luas di bidang perawatan kesehatan, termasuk robot untuk perawatan lansia," ujarnya.
Empat institusi pendidikan, yakni Universitas Ekonomi Yangon di Myanmar, Universitas Negeri Mariano Marcos di Filipina, Sekolah Tinggi Kejuruan dan Teknik Mesin dan Elektro Guangxi, serta Sekolah Menengah Kejuruan No. 3 Nanning, bergabung dengan Aliansi Pendidikan Kejuruan Kota Kembar Internasional Guangxi dalam sebuah acara pertukaran pada 25 Juni, menambah jumlah anggota aliansi tersebut menjadi 77.
Wardana mengatakan kedekatan geografis Guangxi dengan ASEAN, bersama dengan pelabuhan dan jaringan transportasinya, memberikan keuntungan tersendiri untuk kerja sama regional.
Dia menambahkan bahwa pembangunan Kanal Pinglu diperkirakan akan lebih meningkatkan konektivitas logistik dan menciptakan peluang baru bagi perdagangan dan kolaborasi industri.
Para delegasi juga mengunjungi pelabuhan cerdas, kawasan industri, dan proyek infrastruktur utama, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang peran Guangxi dalam memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi antara China dan ASEAN.
Kunjungan tersebut juga membuahkan hasil-hasil nyata dalam pendidikan kejuruan.
Menurut otoritas urusan luar negeri Guangxi, daerah itu telah memperluas kerja sama dengan mitra-mitra ASEAN di bidang pendidikan kejuruan dengan bersama-sama mengembangkan program pelatihan, basis pelatihan praktis, serta kompetisi keterampilan di bidang-bidang baru seperti AI dan ekonomi digital untuk mengembangkan talenta terampil bagi pembangunan regional.
Wardana mengatakan pendidikan kejuruan merupakan jembatan penting bagi pembangunan bersama. Setelah kembali ke Jawa Barat, dia berencana membagikan apa yang dipelajarinya dalam kunjungan tersebut dengan departemen-departemen pemerintah daerah dan berharap kedua pihak akan memperluas kerja sama di bidang AI, pendidikan kejuruan, budaya, dan pariwisata.
"Ini bukan lagi era persaingan, melainkan era kerja sama dan pembangunan bersama," ujarnya. "Saya berharap kunjungan ini akan membantu mendekatkan masyarakat kita dan menciptakan lebih banyak peluang bagi kerja sama yang saling menguntungkan."





