HARIAN.FAJAR.CO.ID, HOUSTON—Brasil dan Jepang akan berhadapan dalam salah satu pertarungan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang paling menarik, dini hari nanti. Sorotan di laga besar ini akan kembali tertuju pada Vinicius Junior.
Vini Jr. dan Matheus Cunha menginspirasi kebangkitan Brasil dari penampilan loyo melawan Maroko di laga perdana Grup C untuk menghajar Haiti dan Skotlandia dengan skor 3-0.
Kemenangan meyakinkan itu membawa anak asuh Carlo Ancelotti lolos ke babak knockout sebagai juara grup, mengungguli semifinalis 2022 Maroko berkat selisih gol yang lebih baik.
Penampilan apik Vinicius yang sudah mencetak empat gol diharapkan berlanjut saat menghadapi runner up Grup F Jepang di Stadion NRG di Houston, AS, dini hari nanti.
Ia diharapkan bisa mengulang sukses pendahulunya. Sayap Real Madrid itu kini menjadi satu dari hanya lima pemain Brasil yang mencetak gol di setiap pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia.
Dalam empat kesempatan sebelumnya, Jairzinho melakukan pada 1970, Romario di edisi 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002 dengan Selecao memenangkan gelar di akhir turnamen.
Sejak 1982, Brasil yang merupakan pemilik lima gelar belum pernah gagal lolos ke babak knockout Piala Dunia dan mereka sekarang berada di jalur yang sama untuk bertemu juara bertahan Argentina dalam semifinal yang sangat menarik.
Namun, sebelum berpikir tentang Argentina atau Pantai Gading dan Norwegia yang menjadi lawan berikutnya jika lolos ke babak 16 besar, Brasil harus menjinakkan Samurai Biru terlebih dulu. Dan, itu tidak akan mudah.
Makanya, Ancelotti yang kembali memainkan Neymar setelah tiga tahun absen karena cedera meminta timnya menunjukkan performa terbaik. Ia menegaskan bahwa mereka masih bisa lebih baik dibandingkan tiga laga sebelumnya.
“Kami tidak sempurna. Kami bisa meningkatkan diri. Misalnya, kecepatan kami dalam menguasai bola. Kami bisa lebih cepat,” kata Ancelotti dikutip dari Reuters.
Bagi Ancelotti, pertandingan babak 32 besar ini akan berbeda dan mereka benar-benar harus tampil terbaik. “Sekarang ini adalah kompetisi sistem gugur. Kita perlu menunjukkan ketangguhan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Tim Ancelotti sedang dalam performa terbaik di waktu yang tepat. Mereka meraih lima kemenangan dari enam pertandingan terakhir setelah hanya menang dalam lima dari 12 pertandingan sebelumnya.
Brasil juga mencatatkan dua kali clean sheet berturut-turut setelah kebobolan setidaknya satu gol di setiap enam pertandingan sebelumnya sebelum mengalahkan Haiti.
Raksasa Amerika Selatan itu berada dalam kekacauan pertahanan saat terakhir kali mereka berhadapan dengan Jepang. Tanpa Gabriel Magalhaes atau Marquinhos, Jepang secara mengesankan mengalahkan Selecao dengan skor 3-2 Oktober lalu.
Kemenangan dalam pertandingan persahabatan itu menjadi keunggulan pertama Jepang atas Brasil dalam 14 pertemuan.
Setelah itu, anak asuh Hajime Moriyasu juga mengalahkan Inggris dan bermain imbang 2-2 dengan Belanda di laga awal Piala Dunia 2026 ini.
Menurut Sports Mole, sepak terjang Jepang dalam beberapa pertandingan terakhir menggarisbawahi kredibilitas mereka sebagai kuda hitam potensial di Piala Dunia ini.
Namun, Jepang yang imbang 1-1 melawan Swedia pada laga terakhir Grup F dengan kiper Zion Suzuki dipaksa melakukan beberapa penyelamatan penting tak mau tertipu dengan capaian mereka sebelumnya.
Pelatih Hajime Moriyasu menegaskan bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda dan Brasil punya motivasi membalas kekalahan. “Mungkin mereka akan lebih termotivasi,” kata Hajime Moriyasu dikutip dari Reuters.
Terlepas dari itu, Hajime Moriyasu menyebut ini sebagai tantangan dan mereka sangat antusias menantikannya. “Kami akan bermain melawan tim Brasil yang sangat ingin menang. Saya menantikannya,” tandasnya.
Jepang akan jauh berbeda dari tim yang mengejutkan Brasil Oktober lalu, dengan Moriyasu kehilangan kapten Wataru Endo, pemain sayap Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo, serta penyerang Takumi Minamino yang mencetak gol dalam kemenangan delapan bulan lalu.
Khusus Takefusa Kubo, ia masih belum berlatih penuh karena cedera lutut, sehingga penampilannya di babak 32 besar dianggap sangat tidak mungkin.
Namun, pilar lain seperti Daizen Maeda, Ayase Ueda, Daichi Kamada, hingga bek tengah Ko Itakura dalam kondisi siap tempur dan membantu Jepang meraih kemenangan perdananya di babak sistem gugur Piala Dunia.
Itakura sebelumnya digantikan di menit 39 melawan Swedia, tapi sudah berlatih kembali jelang babak sistem gugur ini.
Brasil sementara itu mengalahkan Skotlandia tanpa kehadiran pemain sayap Barcelona, Raphinha, yang mengalami cedera hamstring dan belum kembali berlatih bersama timnya.
Dengan demikian, Ancelotti diperkirakan akan tetap mempercayai susunan pemain yang sama, yang berarti pemain muda berbakat Bournemouth, Rayan akan tetap bermain bersama Vinicius Junior dan Cunha. (amr)
Prakiraan pemain
Brasil (4-2-3-1): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Jr; Cunha
Jepang (3-4-2-1): Suzuki; Ito, Tomiyasu, Itakura; Doan, Sano, Tanaka, Nakamura; Kamada, Maeda; Ueda





