Jakarta, VIVA – Kesabaran merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki anak. Memiliki sikap sabar, membuat anak akan lebih mudah mengendalikan emosi, menyelesaikan masalah dengan tenang, hingga membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
Namun, kemampuan ini tidak muncul begitu saja dan perlu dilatih secara bertahap sejak usia dini.
Orang tua memiliki peran besar dalam membantu anak belajar bersabar. Melalui kebiasaan sehari hari, contoh yang baik, serta pola asuh yang positif, anak dapat memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga.
Semakin sering keterampilan ini dilatih, maka semakin baik pula kemampuan anak dalam mengelola emosi ketika menghadapi berbagai situasi. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak menjadi lebih sabar, sebagaimana dirangkum dari Healthy Children, Senin, 29 Juni 2026.
1. Berikan contoh sikap sabar
Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Sebab itu, usahakan untuk menunjukkan sikap sabar dalam kehidupan sehari hari, misalnya saat menghadapi kemacetan, mengantre, atau ketika terjadi hal yang tidak sesuai harapan. Ketika Anda mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan tenang, anak akan meniru perilaku tersebut secara alami.
2. Latih anak menunggu secara bertahap
Kemampuan menunggu perlu dilatih sedikit demi sedikit. Mulailah dengan meminta anak menunggu selama satu atau dua menit sebelum mendapatkan camilan, mainan, atau bantuan dari Anda. Jika sudah terbiasa, tingkatkan waktu tunggu secara perlahan sesuai usia dan kemampuan anak. Cara ini membantu mereka memahami bahwa tidak semua keinginan dapat dipenuhi secara instan.
3. Berikan apresiasi saat anak berhasil bersabar
Jangan hanya memuji hasil yang dicapai anak. Berikan juga apresiasi ketika mereka berhasil menunggu giliran, tidak mudah marah, atau mampu mengendalikan diri dalam situasi tertentu.
Pujian yang spesifik, seperti "Ayah bangga karena kamu mau menunggu giliran bermain," dapat membuat anak lebih termotivasi untuk mengulangi perilaku positif tersebut.
4. Biasakan anak bergantian saat bermain
Permainan yang mengharuskan anak menunggu giliran merupakan cara sederhana untuk melatih kesabaran. Selain belajar menunggu, anak juga belajar menghargai hak orang lain dan memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama.





