Beras SPHP Subsidi Pemerintah Belum Optimal Sasar Sektor Informal

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti pertanian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menyebut penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum kompetitif di tingkat ritel.

Pasalnya penyaluran beras SPHP yang dikemas dalam kemasan 5 kilogram (Kg), kerap jarang diminati kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Eliza menerangkan, kemasan beras SPHP 5 Kg ini dipandang masyarakat seperti kelas premium. Sementara kelas masyarakat menengah ke bawah, sebut Eliza, umumnya membeli beras ukuran 1-2 Kg saja.

"Daya beli pangsa pasar SPHP ini kan untuk menengah ke bawah agar terjaga daya belinya, karena SPHP disubsidi pemerintah. Dan penyaluran SPHP ini kurang menjangkau masyarakat menengah bawah yang terbiasa membeli di warung terdekat rumahnya," ujar Eliza kepada warta ekonomi, Senin (29/7/2026).

Menurut Eliza, faktor jangkauan masyarakat kelas menengah ke bawah ini dikarenakan saat ini didominasi bekerja pada sektor informal. Oleh sebab itu, pekerja sektor informal dipastikan memiliki upah yang tidak menentu sehingga membeli kebutuhan pokok sebagai pemenuhan hidup per hari saja.

"Mereka beli kebutuhan pokok itu sedikit-sedikit karena untuk harian saja. Jadi membeli langsung 5 kg itu akan terasa berat bagi mereka," ungkap Eliza.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum BULOG, Rahmanto Amin Jatmiko, menuturkan ketersediaan beras SPHP terpantau aman dan tersedia di pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), maupun ritel modern.

"BULOG terus menyuplai ke pasar pantauan dengan tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi. Dua mandat utama, yaitu menjaga ketersediaan dan mendukung stabilisasi harga, terus kami jalankan,” ujar Rahmanto dikutip dari keterangan pers resmi Perum Bulog.

Rahmanto menambahkan, BULOG akan terus mendorong percepatan penyaluran beras SPHP dan memperluas jangkauannya agar manfaat stabilisasi harga semakin dirasakan masyarakat.

“BULOG akan terus memperkuat instrumen untuk ikut menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pada sisi pasar beras medium maupun premium, sehingga fungsi stabilisasi pangan dapat berjalan semakin menyeluruh,” tutup Rahmanto.

Baca Juga: Meski El Nino Mengintai, Amran Yakin RI Tak Kekurangan Beras: Stok Tertinggi dalam Sejarah

Baca Juga: Pengamat Sebut Beras SPHP Gagal Tekan Harga, Bulog Simpan 5,2 Juta Ton Stok

Diketahui, Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia,
harga beras medium I stabil di Rp16.300/kg. Sementara beras SPHP Bulog terjaga di Rp12.3604/kg berdasarkan informasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.

Ketersediaan stok beras nasional dipastikan tetap aman. Kenaikan sangat tipis sekitar 0,1% tercatat pada beberapa wilayah pantauan pasar tradisional. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih opsi pembelian beras harian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala BPS Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Hanya untuk Statistik
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Respons BRI soal Penempatan Dana SAL Pemerintah, Genjot Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi Nasional
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
[FULL] Serangan Berbalas AS-Iran Kembali Memanas, Apa Dampaknya? | SAPA MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Gus Ipul Bacakan Puisi di Peringatan Harganas
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar 16 Negara yang Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Iran Paling Tragis
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.