JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi seluruh Indonesia berkumpul dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di JCC Senayan, Jakarta, selama tiga hari, yakni 26-28 Juni 2026.
Menariknya, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dua dari tiga hari pelaksanaan sarasehan tersebut, yakni saat pembukaan di hari Jumat (26/6/2026), dan penutupan pada Minggu (28/6/2026).
Prabowo menyampaikan, dirinya baru bertemu dengan para akademisi sebanyak empat kali sejak menjabat Presiden.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Guru Besar Bentuk Satgas untuk Bantu Target Pemerintah
Padahal, Prabowo ingin bisa lebih sering bertemu dengan orang-orang pintar tersebut.
Sampai-sampai, Prabowo kerap memanggil profesor asal Jakarta dan Bandung untuk berdiskusi.
"Yang di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada Whoosh. Dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta kan begitu. Bener. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," ucap Prabowo, Minggu.
Tidak masalah beda pandangan dengan rektor
Prabowo menegaskan kepada para rektor, dekan, dan dosen seluruh Indonesia bahwa berbeda pandangan bukan masalah sama sekali.
Prabowo mengingatkan, universitas memang menjadi tempat di mana gagasan selalu diadu.
"Kita berada di satu kapal besar yang namanya NKRI. Saya kemarin sampaikan, kita berbeda pandangan tidak ada masalah. Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situ disebut bahwa kampus punya academic freedom, kebebasan akademis, bukan kebebasan yang lain-lain," ujar Prabowo.
Prabowo turut menyinggung kampus yang kerap menjadi tempat di mana pertentangan terjadi.
Prabowo pun memerintahkan agar kampus harus terus dibiarkan aktif dalam menggeluti science dan teknologi.
"Apalagi kampus menjadi tempat pemikiran-pemikiran atau tempat, katakanlah, pertentangan. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan," ujar dia.
"Swasta berperan sangat penting, tapi swasta pun menikmati uang rakyat dari subsidi listrik, subsidi BBM, dengan segala upaya yang kita lakukan. Jadi saudara, ini adalah bernegara," sambung Prabowo.