JAKARTA, DISWAY.ID -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026 di level 5.896,13 atau turun 1,72 persen.
Pelemahan ini terjadi meski sempat ada penguatan tipis di awal sesi perdagangan
Tekanan terbesar datang dari sektor Basic Materials yang turun 5,00 persen serta sektor Industrials yang melemah 4,23 persen, yang menyeret pergerakan indeks ke zona merah.
BACA JUGA:Pekerja Migran Indonesia Viral Wajah Bersimbah Darah di Libya, Kemlu Ungkap Kondisi Terbaru AJ
Menurut Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, sentimen negatif sendiri turut dipengaruhi oleh melemahnya Bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual saham sektor teknologi.
"Sentimen negatif disebabkan oleh melemahnya Bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kenaikan biaya infrastruktur AI," jelas Priyambada kepada Disway, pada Senin, 29 Juni 2026.
Di sisi lain, candle terakhir IHSG sendiri secara teknikal masih berbentuk black spinning top, di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross.
Sehingga dengan demikian, pergerakan IHSG diperkiarakan akan mengalami penguatan.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 5,830 dan resistance pada level 5,960 dengan kecenderungan melemah," ucap Priyambada.
Rekomendasi Saham
BACA JUGA:Siapa Sosok Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha Pakaenoni hingga Meninggal Dunia?
Sementara itu, berikut adalah empat rekomendasi saham potensial rekomendasi para analis yang menarik untuk dipantau, yang terdiri dari:
BBRI - Buy
- Harga berhasil menembus MA5 dan mendekati MA20.
- Candle terakhir membentuk formasi two white soldier (bullish pattern), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.
- MACD golden cross.
Entry : 2,840 - 2,900
Resistance : 2,960 - 3,050
- 1
- 2
- 3
- »





