tvOnenews.com - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki mendapat sorotan tajam publik. Di mata warga dan Ketua RT tempat Taufik tumbuh besar, pelaku memang sudah dikenal berwatak temperamental sejak kecil.
Aksi keji yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki, mengguncang perhatian masyarakat luas. Korban mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat penyekapan dan penganiayaan sadis yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Yuvita Tri Rezeki diketahui menghilang dan menjauh dari keluarganya selama tiga tahun. Keluarga tidak mengetahui keberadaan Yuvita, hingga akhirnya terungkap bahwa selama itu ia menjadi korban tindakan keji Taufik Hidayat.
Salah satu lokasi penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki berada di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aksi sadis ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya terbongkar oleh pihak berwajib.
Akibat perlakuan Taufik Hidayat, Yuvita Tri Rezeki mengalami luka fisik yang parah di sekujur tubuhnya. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma berat yang membutuhkan penanganan serius dari pihak terkait.
Tersangka Taufik Hidayat kini telah ditangkap dan ditahan di Mapolda Jawa Barat. Penangkapan ini disambut lega oleh warga sekitar yang selama ini tidak mengetahui kekejaman yang dilakukan oleh pria berusia 30 tahun tersebut.
Taufik Hidayat lahir dan besar di Kampung Tegal Lame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg. Di lingkungan tempat tinggalnya, Taufik dikenal sebagai warga biasa yang tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya di usianya.
Meski tampak seperti anak biasa, Taufik Hidayat muda dikenal memiliki perangai yang kerap emosional. Sifat mudah marah itu sudah terlihat sejak ia sering bermain bersama teman-teman sebayanya di kampung halaman.
Ketua RT 05, Abdul Gani, menjadi salah satu saksi yang mengenal tumbuh kembang Taufik Hidayat di Desa Ciaro. Ia pun angkat bicara mengenai karakter pelaku sejak masa kanak-kanak dalam program Kabar Petang tvOneNews pada 28 Juni 2026.
"Waktu anak-anak itu sama seperti anak-anak umumnya sih. Saya kira, mohon maaf, memang kalau dia heurey (becanda), lamun ceuk Sundana mah heureuy, lamun emosi suga kelepasan gitu. Ya, bisa dibilang temperamental," ucap Abdul Gani, Ketua RT 05, dalam Kabar Petang tvOneNews (28/6/2026).




