Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur resmi menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Aquathlon di Kabupaten Situbondo. Ajang ini difokuskan sebagai wadah pembibitan atlet muda, khususnya untuk proyeksi jangka panjang menuju ajang internasional.
Ketua FTI Jawa Timur, Anastasia Kirana, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini memprioritaskan peserta kelompok usia 6 hingga 14 tahun, serta kelas 16 tahun. Namun, fokus paling spesifik diarahkan pada atlet berusia 11 hingga 13 tahun.
"Kami fokuskan di umur 11 sampai dengan 13 tahun untuk proyeksi Youth Olympic Games 2026," ujar Anastasia Kirana, Minggu (28/6/2026).
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga ini, FTI Jawa Timur membebaskan biaya pendaftaran bagi seluruh peserta di bawah usia 17 tahun. Biaya pendaftaran hanya dikenakan untuk kategori open yang diperuntukkan bagi para atlet elite.
"Ajang Kejurda ini terlaksana berkat kerja sama FTI Jawa Timur dengan Jasa Lindo selaku penyedia venue, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo," katanya.
Lebih jauh Kirana menjelaskan, bahwa Situbondo sering dipilih sebagai lokasi agenda FTI karena dukungan pemkab yang sangat luar biasa terhadap olahraga triathlon.
Sebagai cabang olahraga (cabor) yang relatif baru, FTI Jatim berkomitmen menjadikan pembibitan atlet sebagai prioritas utama. Bersamaan dengan jalannya kompetisi, FTI juga mengaktifkan program talent scouting (pemanduan bakat).
"Langkah ini diambil untuk menjaring atlet-atlet baru yang potensial guna dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Youth Olympic Games,"ujar Kirana.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Situbondo, Nusa Aldera, mengungkapkan kejuaraan ini diikuti sebanyak 295 atlit dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Bahkan, diikuti atlet sejumlah daerah di Indonesia juga ikut Kejurda tersebut, dengan mempertandingkan 6 kategori usia, yang meliputi kelompok umur 6–7 tahun, 8–9 tahun, 10–11 tahun, 12–13 tahun, 15–17 tahun, hingga kategori Open.
"Kategori Open ini elite, jadi ada eks atlet PON hingga SEA Games yang juga ikut bertanding dalam Kejurda Aquathlon Jawa Timur tahun 2026," ujar Nusa Aldera.
Nusa Aldera menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini sangat tepat karena kualitas vanue yang dimiliki. "Kebetulan tempat kami merupakan salah satu yang terbaik di seluruh Indonesia dan Jawa Timur," tambahnya.
Melalui kerja sama matang antara KONI Situbondo dan Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Jawa Timur, ajang yang rutin dijadwalkan 3 hingga 4 kali dalam setahun ini difokuskan sebagai wadah pencarian bakat berkelanjutan.Target utama dari kompetisi ini adalah menjaring regenerasi atlet potensial secara terus-menerus.
"Secara khusus, KONI Situbondo membidik momentum ini untuk mempercepat kesiapan dan mematangkan regenerasi atlet lokal demi meraih prestasi maksimal pada ajang Porprov X tahun 2027 di Surabaya mendatang,"pungkasnya
Pantauan di lapangan, sebanyak 295 atlet dari berbagai daerah resmi bersaing dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Aquathlon Jawa Timur yang digelar di Water Sport Jasalindo, Pantai Pasir Putih, Situbondo. Ajang bergengsi ini dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil.
Kompetisi ini menjadi magnet bagi para pencinta olahraga aquathlon karena tidak hanya diikuti oleh peserta dari kabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga berhasil menarik lebih dari 30 peserta dari luar Provinsi Jawa Timur.





