Pakar Hukum Nilai Polri Dapatkan Legitimasi Sosial, Pelayanan Masyarakat di Berbagai Daerah Meningkat

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Studi Litbang Kompas mencatat lonjakan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga mencapai angka 80,6 persen, sebuah capaian yang dinilai para pakar hukum sebagai refleksi nyata dari perubahan struktural yang tengah berlangsung di internal Polri.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari persepsi publik yang terbentuk melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan institusi penegak hukum tersebut.

Baca Juga :
Polisi Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Indonesia
Saring Atlet Potensial Lewat Pekan Olahraga Polri 2026, Kapolri: Ini Jadi Wadah Pembinaan

Pakar hukum dari Universitas Krisnadwipayana, Hartanto menilai peningkatan kepercayaan publik yang signifikan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari serangkaian kebijakan reformatif yang diimplementasikan secara sistematis dan terukur di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Hartanto, peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri tidak terlepas dari perbaikan yang terjadi secara menyeluruh dan berjenjang pada tiga dimensi utama organisasi kepolisian yaitu dimensi kinerja institusi, sumberdaya manusia, dan budaya institusi. 

"Ketiga dimensi ini saling menopang satu sama lain dalam membentuk wajah baru Polri di mata masyarakat," kata dia dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.

Perbaikan kinerja Polri tercermin dari respons yang lebih cepat, penanganan kasus yang lebih transparan, dan peningkatan profesionalisme dalam penegakan hukum. 

"Masyarakat mulai merasakan perubahan nyata dalam kualitas layanan kepolisian, baik di tingkat pusat maupun daerah. Standar operasional prosedur diperkuat dan diawasi secara lebih ketat untuk memastikan akuntabilitas di setiap lini," ujar dia.

Reformasi pada aspek SDM mencakup peningkatan kompetensi anggota melalui pelatihan berkala, seleksi yang lebih ketat, serta penerapan sistem evaluasi berbasis integritas dan kinerja. 

Ia mengatakan Polri secara aktif mendorong regenerasi kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik, bukan semata-mata pada kewenangan. 

Pembinaan karakter dan etika profesi menjadi komponen wajib dalam pengembangan personel.
Transformasi budaya organisasi merupakan dimensi yang paling fundamental sekaligus paling sulit diukur. 

Polri berupaya membangun kultur kelembagaan yang berlandaskan pada keterbukaan, anti-korupsi, dan orientasi pada kepuasan masyarakat. Perubahan budaya ini diharapkan menjadi fondasi jangka panjang yang menjaga keberlanjutan reformasi. 

Hartanto secara khusus menyoroti Konsep Presisi yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, sebagai kerangka kebijakan yang diarsiteki oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Baca Juga :
Kapolri Tegaskan Komitmen Lebih Dekat Lagi ke Masyarakat Jelang Hari Bhayangkara, Pekan Olahraga Polri Jadi Sarananya
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Hampir Rp 1 Triliun
Ribuan Korban PT Dana Syariah Indonesia Apresiasi Bareskrim Polri Usut Perkara Dugaan Fraud Rp 2,5 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Rumah Tangga Retak, Ory Vitrio Bagikan Video Sambutan Hangat untuk Oki Setiana Dewi
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Malindo (MAIN) Siap Bayar Dividen Rp115,98 Miliar Hari Ini
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Kekerasan Gender Berlapis yang Ekstrem dan Sadis
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkab Dharmasraya Usulkan Revitalisasi 52 Unit Sekolah Dibantu Kemendikdasmen
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Catat Tren Positif Empat Tahun Berturut-turut, Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik pada Tahun 2025
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.