Bisnis.com, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, mengusulkan revitalisasi bangunan 53 sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan usulan revitalisasi sekolah, sekaligus ada pengusulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) itu, merupakan upaya Pemkab untuk memberikan sekolah yang lebih layak dan nyaman.
"Kami tentu mendukung program prioritas pemerintah pusat di bidang pendidikan. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi serta menyiapkan lahan pada lokasi yang strategis apabila program tersebut ditetapkan di Dharmasraya," katanya dari keterangan resmi, Minggu (28/6/2026].
Dia menyampaikan usulan revitalisasi sekolah yang mencakup jenjang TK, SD, dan SMP itu, jumlahnya mencapai 53 sekolah.
Saat ini, terdapat 6 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan bahwa usai pertemuan tersebut Bupati Annisa langsung melakukan konsolidasi internal guna menindaklanjuti arahan yang diberikan kementerian.
Baca Juga
- Prabowo: Kampus Harus Jadi Arena Adu Gagasan dan Pengembangan Sains
- Prabowo Dorong Hilirisasi, Bakal Libatkan Kampus di Seluruh Daerah
- Siswa Sekolah Garuda Dapat Kuota Khusus Kuliah di Kampus Top Cina
“Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan bupati, bergerak cepat melakukan konsolidasi internal karena waktu yang diberikan cukup terbatas. Jadi, pada awal Juli mendatang direncanakan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sekolah Nasional Terintegrasi sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya langkah cepat tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih baik dan merata, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa konsep Sekolah Nasional Terintegrasi kini lebih diarahkan pada pembangunan sekolah baru dibandingkan pola konsolidasi yang sebelumnya direncanakan.
Oleh karena itu, Pemkab Dharmasraya diminta segera menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar dapat mengikuti tahapan program yang telah ditetapkan oleh kementerian.
Selaih itu, kini pemerintah pusat tengah menyiapkan tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN untuk mendukung program prioritas Presiden di bidang pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah.
"Dari hasil penilaian tim teknis kementerian, sebagian besar usulan revitalisasi sekolah dari Kabupaten Dharmasraya dinilai layak untuk mendapatkan dukungan pendanaan," sebutnya.





