Pertarungan Calon Ketua Golkar Sulsel Sesungguhnya Sebelum Musda, Aco Gerus Dukungan Appi

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR – Jalan IAS menuju Musda Golkar Sulsel bakal mulus. Syarat minimal dukungan bisa dipenuhinya.

KEMUJURAN Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini berseberangan dengan Munafri Arifuddin alias Appi. Suara pendukung Appi menuju kursi nomor satu Golkar Sulsel kian ramping.

Dari 21 DPD II yang awalnya menegaskan solid memberi dukungan, justru ramai-ramai bermigrasi. Sebanyak 12 di antaranya sudah mengalihkan dukungan untuk IAS.
Dengan suara yang labil, perubahan dukungan memang sangat wajar terjadi.

Bahkan, sepanjang belum ada dukungan resmi yang diteken ketua-sekretaris, dukungan DPD II masih tetap dianggap semu. Kini, IAS dan Appi layaknya pereli yang berlomba sengit sebelum musda.

Dalam pertemuan yang digelar IAS di kediamannya di Jalan Batu Putih, Kota Makassar, Minggu siang, 28 Juni 2026, 12 DPD II datang langsung, sementara tiga lainnya hanya mengirimkan surat dukungan.

IAS menyampaikan, pertemuan ini merupakan bagian dari proses konsolidasi yang dia lakukan. Dia memiliki keterbatasan waktu jika harus berkeliling ke 24 kabupaten/kota. Sehingga, dia mengumpulkan para pemilik suara di kediamannya.

”Alhamdulillah hari ini ada 15 pemilik suara yang sudah menyampaikan sikap dan memberikan rekomendasi dukungan. Yang berproses dan yang hadir tadi ada 12 orang (pemilik suara), ada DPD II dengan ormas lengkap, sayap partai khusus hingga organisasi pendiri dan didirikan, jadi lengkaplah semua,” ujar IAS.

Kata dia, ini bukan menjadi ajang untuk saling adu kuat antarfigur. Dia menyampaikan, ini adalah realitas yang harus dijalankan, sebab berkaitan dengan perintah Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia usai mengeluarkan diskresi.

”Teman-teman DPD II sudah memahami dinamika berorganisasi, bahwa yang namanya diskresi atau keputusan yang diambil oleh pimpinan itu sebuah kebijakan yang harus dikawal dan dijaga,” lanjutnya.

IAS mengeklaim, para kader menyadari betul kondisi ini. Itu sebabnya, para pemilik suara banyak yang mengalihkan dukungan kepada dirinya. Namun begitu, dia menegaskan bahwa DPD II tidak meninggalkan Appi, hanya mengikuti perintah DPP untuk melakukan konsolidasi pasca-terbitnya diskresi.

”Teman-teman yang sadar akan tanggung jawab akhirnya memberikan dukungan, tidak mengatakan bahwa Pak Appi itu tidak berbaris, cuma kebetulan teman-teman melihat bahwa saya mendapatkan restu dari DPP Golkar untuk maju mencalonkan Ketua Golkar Sulsel,” terangnya.

Dia juga menyampaikan, diskresi itu sebenarnya normatif saja, sebagai syarat bagi calon yang tidak memunuhi kriteria. Namun, dia menegaskan, diskresi ini menjadi sebuah simbol bahwa DPP Golkar memang menginginkan dirinya.

”Ini simbol bahwa DPP menginginkan. Karena kalau tidak, kan, tidak mungkin dikeluarkan. Tidak pernah ada diskresi itu lebih dari satu. Kalau orang bilang yang lalu ada dua, ya, memang dua, tapi, kan, dibatalkan yang satu,” kata mantan Ketua Demokrat Sulsel itu.

“Sehingga (saya) perlu mengingatkan teman-teman, harus betul-betul menyadari walaupun dukungan saya waktu itu cuma 1/3, tetapi ketua umum mengeluarkan diskresi, sehingga semua teman-teman harus taat dan patuh mengambil keputusan dan mengikuti arahan,” tegasnya.

IAS juga menyampaikan, senior-senior Golkar dan ketua-ketua DPD II yang paham betul tentang mekanisme tersebut, maka mereka sudah pasti tegak lurus dengan perintah DPP.

”Seperti Soppeng, Bone, Tana Toraja, itu, kan orang-orang yang paham semua bagaimana proses dinamikanya dalam berpartai. Sehingga harus mengambil sikap dan kita tegak lurus atas keputusan DPP Golkar,” imbuhnya.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu juga menyampaikan, poin utama dari pertemuan ini hanya memberikan gambaran bahwa tantangan kita ke depan ini tidak mudah. Sehingga, perlu membangun kolaborasi dan tidak hanya pada tatanan DPD I Golkar dan DPD II, tetapi sampai pada akar rumput.

”Pak Bahlil bilang konsolidasi dulu, hasil pertemuan ini saya akan sampaikan ke Pak Bahlil. Kalau beliau sudah siap, menyesuaikan waktunya, karena beliau mau hadir. Pak Ketum memerintahkan saya untuk konsolidasi dulu makanya pertemuan bersama DPD II dan ormas Golkar dilakukan hari ini,” jelasnya.

IAS juga sudah menemui Munafri terkait perintah yang diberikan oleh Bahlil. ”Saya sampaikan rasa hormat ke Pak Appi sebagai kader yang diberi amanah oleh DPP. Saya mengajak, tapi beliau bilang ‘Saya juga punya suara, tetapi saya masih dapat dukungan dari teman-teman (DPD II), jadi biarkanlah kita berjalan’. Saya bilang, ‘oke kalau begitu’,” terangnya.

Dukungan Bone

Ketua DPD II Golkar KBone Andi Fahsar Padjalangi menyampaikan, dirinya hadir dalam konsolidasi IAS karena menjadi bagian dari perintah Ketua Umum. Sehingga, dia menegaskan bahwa ini menjadi komitmen kader untuk tetap loyal kepada partai.

”Saya melihat beberapa teman-teman komitmen patuh dan taat terhadap petunjuk DPP. Kalau Bone memang selalu konsisten dengan petunjuk DPP,” kata eks Bupati Bone dua periode itu.

Golkar Bone bakal konsisten bersama Aco, sapaan untuk IAS. “Mari kita komitmen tegak lurus terhadap keinginan partai. Tidak mungkin diskresi ini dikeluarkan kalau tidak ada ujungnya. Kan, ujung-ujungnya Pak Aco akan menjadi ketua partai,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, dirinya tahu betul kerja keras IAS untuk Golkar. Ini menjadi bukti bahwa IAS memang benar-benar serius ingin membesarkan Golkar di Sulsel.

”Kurang lebih setahun dia berjuang mendapatkan diskresi, itu satu tanda bahwa dia serius. Aco punya pengalaman, pernah pimpin Golkar, kemudian beralih dan kembali lagi. Pengalaman itu yang bisa dijadikan alasan kuat untuk membuat Partai Golkar lebih besar di Sulsel,” jelasnya. (wid/zuk)

IAS MENYALIP,
APPI TERGERUS

Rebut Suara
-Awalnya, Appi didukung 21 DPD II
-IAS datang dengan diskresi
-IAS merebut 12 DPD II
-Artinya, tersisa 9 DPD II untuk Appi

Tetap Bersaing
-Appi tetap maju
-Suara masih dinamis
-Bisa saja berubah lagi

Pendukung IAS

  1. Soppeng
    Hadir dan memberi dukungan
  2. Bone
    Hadir dan memberi dukungan
  3. Pangkep
    Hadir dan memberi dukungan
  4. Palopo
    Hadir dan memberi dukungan
  5. Barru
    Hadir dan memberi dukungan
  6. Luwu Timur
    Hadir dan memberi dukungan
  7. Sinjai
    Hadir dan memberi dukungan
  8. Bulukumba
    Hadir dan memberi dukungan
  9. Parepare
    Hadir dan memberi dukungan
  10. Sidrap
    Hadir dan memberi dukungan
  11. Tana Toraja
    Hadir, sekretaris belum teken
  12. Toraja Utara
    Hadir dan memberi dukungan
  13. Luwu Utara
    -Tidak hadir, kirim surat dukungan
  14. Selayar
    -Konfirmasi lisan, belum serahkan surat dukungan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Resolute Dragon AS-Jepang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dokter Ungkap Penyebab Muncul Uban pada Usia 20-an
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rambut Anak Tiba-Tiba Rontok hingga Menipis? Ini Penyebab yang Sering Terlewat
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Sahroni minta Ditlantas PMJ hukum berat pebalap liar di JLNT Antasari
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pesan Siti Fauziah ke Juara LCC Empat Pilar Sulut
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.