Bisnis.com, SURABAYA – PT Pegadaian (Persero) mengungkap laju pertumbuhan nasabah Generasi X (Gen X) Tring! by Pegadaian masih terlampau rendah bila dibandingkan dengan nasabah dengan latar belakang demografi Generasi Milenial maupun Generasi Z (Gen-Z).
Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian (Persero) Riana Rifani memaparkan total keseluruhan jumlah nasabah Tring! by Pegadaian kelahiran 1965-1980 per 31 Mei 2026 tercatat sebesar 1.465.518 orang, Catatan itu melonjak 48,54% bila dibanding periode sama tahun sebelumnya yang terhitung sebanyak 986.607 orang.
Namun, kuantitas tersebut tercatat masih lebih rendah bila dibandingkan dengan persentase pertumbuhan jumlah nasabah Tring! by Pegadaian pada Generasi Milenial. Jumlah konsumen berusia 30-45 tahun terhitung tumbuh sebesar 71,14%, yakni 1.631.341 orang pada Mei 2025 menjadi 2.791.933 orang hingga 31 Mei 2026.
Sementara itu, pertumbuhan jumlah nasabah Gen Z tercatat membumbung tinggi hingga mencapai 200,02%. Pelanggan Tring! by Pegadaian yang berusia 14-29 tahun tersebut melonjak dari 478.550 orang menjadi 1.435.757 orang hingga akhir Mei 2026 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Riana mengungkapkan Tring! by Pegadaian belum sepenuhnya memikat calon nasabah berlatar belakang Gen X. Menurut dia, tertinggalnya pertumbuhan nasabah Tring! by Pegadaian dari Gen Milenial maupun Gen Z pada kelompok demografi tersebut dapat terjadi karena masih rendahnya penguasaan mereka terhadap ponsel pintar atau gawai.
Mengacu pada hasil “Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026” oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet pada kelompok usia 45-60 tahun tersebut masih terekam sebesar 80,70% dari total jumlah responden yang diwawancarai secara tatap muka.
Baca Juga
- Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Senin 29 Juni 2026
- Tring Pegadaian Diminati, Layani 6 Juta Pengguna dalam 6 Bulan
- Mudah, Begini Cara Beli Tabungan Emas di Aplikasi TRING!
APJII juga mencatat sebanyak 32,9% dari koresponden berlatar belakang Gen Z tidak memiliki komputer atau gawai yang dapat terhubung ke internet. Lebih lanjut, sebesar 34,4% dari kelompok demografi tersebut tidak mengetahui bagaimana menggunakan perangkat yang dapat terkoneksi dengan internet.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti) Kementerian Perdagangan, total investor emas digital di Tanah Air mencapai 18,7 juta nasabah pada 2025. Investor kalangan muda menguasai transaksi dengan 32,6% untuk rentang usia 18-24 tahun dan sebanyak 36,3% pada rentang usia 25-34 tahun.
“Tingkat kepercayaan Generasi X untuk menabung emas secara digital memang masih kurang bila dibandingkan dengan Generasi Milenial karena mereka belum dapat menguasai gawai secara baik,” ucap Riana, dikutip Senin (29/6/2026).
Bahkan, ia menyatakan masih banyak warga Gen X yang menyimpan logam mulia milik mereka di berbagai tempat atau wadah yang tidak sesuai dengan kegunaannya.
“Kenyataannya masih banyak masyarakat yang menyimpan aset emas miliknya di bawah bantal, di tempat garam, dapur, kamar mandi, tempat sabun, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, PT Pegadaian (Persero) berkomitmen untuk mengedukasi produk emas digital lewat Tring! by Pegadaian dengan menyasar calon nasabah Generasi X.
Riana menjelaskan langkah-langkah memperkenalkan produk emas digital di PT Pegadaian (Persero) adalah dengan melakukan literasi kepada pada nasabah Gen X ketika mereka datang ke berbagai gerai milik perusahaan pelat merah itu pada saat bertransaksi.
Tidak hanya berfungsi sebagai edukasi, ia berharap langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemasaran, di mana nasabah setia PT Pegadaian (Persero) selama ini tidak hanya mengetahui lini layanan gadai semata.
“Itulah tugas kami untuk meliterasi masyarakat Generasi X di luar sana yang masih menyimpan asetnya agar berkenan untuk dipindahkan ke PT Pegadaian (Persero). Kita tidak melupakan Generasi X karena mereka yang membuat kami bisa sebesar ini,” ujarnya.
Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian (Persero) Riana Rifani saat jumpa pers di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. /Bisnis-Julianus Palermo





