Di tengah pelemahan rupiah dan lonjakan beban pengeluaran, fenomena “lipstick effect” ramai dirasakan masyarakat kelompok kelas menengah. Fenomena ini dideskripsikan sebagai perilaku masyarakat yang memilih belanja barang tersier yang terjangkau untuk kebahagiaan instan, di saat ketidakpastian kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sedang tertekan.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menjelaskan, situasi ini bisa terlihat dari lonjakan penjualan barang-barang perawatan diri seperti skincare dan make up, mainan yang bisa dikoleksi, hingga tiket konser. Di saat yang sama, ada penurunan permintaan untuk kebutuhan primer seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga kredit kendaraan bermotor.
Tekanan ekonomi baru-baru ini mulai dari pelemahan rupiah, lonjakan harga BBM non-subsidi, hingga suku bunga yang naik 100 basis poin dalam sebulan, turut membuat masyarakat ingin melupakan beban atau tekanan harian di tengah situasi ketenagakerjaan yang juga minim perbaikan.
“Kondisi ini memicu masyarakat semakin mencari kebahagiaan lewat kemewahan kecil karena putus asa tidak bisa membeli kebutuhan primer, seperti rumah,” kata Bhima kepada Katadata.co.id, Jumat, 26 Juni.
Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkuat adanya fenomena ini. Dalam publikasi Indonesia Economy Outlook Q3-2025, hal ini terlihat dari tren inflasi dan proporsi pengeluaran rumah tangga.
Proporsi pengeluaran non-makanan masyarakat untuk barang tahan lama seperti elektronik dan peralatan rumah tangga menurun dari 2,89% pada 2019 menjadi 1,95% pada 2024. Pada periode yang sama, porsi pengeluaran untuk kosmetik dan perawatan pribadi naik dari 1,14% menjadi 1,27%.
Di sisi lain, tren inflasi menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan pada barang makanan, minuman, dan tembakau secara tahunan, dari 7,43% pada Triwulan-I 2024 menjadi 2,07% pada Triwulan-I 2025. Sebaliknya, inflasi barang perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak dari 3,56% menjadi 8,71% pada periode yang sama.




