HARIAN.FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pengelola Jalan Tol Makassar, PT Makassar Metro Network (MMN) bersama PT Makassar Airport Network (MAN), memperkuat sistem keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat.
Ini melalui joint evacuation drill yang melibatkan sejumlah instansi, Kegiatan ini menjadi upaya membangun koordinasi terpadu dalam menghadapi berbagai potensi insiden di ruas tol. Hal tersebut telah di paparkan di Mercure Hotel, Senin, 29 Juni.
Sebelumnya telah dilakukan Simulasi yabg melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, PT Elnusa Petrofin, Induk PJR Tol Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar.
Berbagai skenario darurat diperagakan, mulai dari evakuasi korban di Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, pengaturan arus lalu lintas, hingga penanganan kebakaran kendaraan pengangkut bahan bakar. Minggu,28 Juni.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan latihan tersebut bertujuan memastikan seluruh prosedur tanggap darurat dapat berjalan efektif apabila sewaktu-waktu terjadi insiden di lapangan.
“Emergency drill yang kita lakukan ini bekerja sama dengan berbagai pihak. Kita menyiapkan segala kemungkinan terburuk, sehingga ketika terjadi kondisi nyata di lapangan, yang tentu tidak kita harapkan, seluruh petugas sudah siap dan tidak gagap menghadapi situasi,” ujarnya.
Menurut Ismail, setiap instansi sebenarnya telah memiliki kompetensi dan standar operasional masing-masing. Namun, tanpa latihan secara berkala, koordinasi antarinstansi berpotensi tidak berjalan optimal ketika menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.
“Melalui simulasi ini kami memastikan semua stakeholder memahami posisi, fungsi, dan alur koordinasi masing-masing. Kecepatan respons dan sinergi menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan keadaan darurat,” katanya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan simulasi berjalan baik, meski masih ditemukan beberapa hal teknis yang perlu disempurnakan, seperti penempatan kendaraan operasional hingga pola pergerakan ambulans saat proses evakuasi berlangsung.
“Usai pelaksanaan simulasi, kami dan seluruh instansi mengikuti evaluasi bersama,” ucapnya.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai pembelajaran selama latihan berlangsung sekaligus menyempurnakan mekanisme koordinasi penanganan keadaan darurat di Jalan Tol Makassar.
“Melalui simulasi dan evaluasi rutin ini, Pengelola Jalan Tol Makassar berharap sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga mampu menghadirkan sistem keselamatan yang lebih responsif dan andal,” tuturnya.
Pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada petugas jalan tol
HSSE PT Elnusa Petrofin, Zaki Muttaqin, menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi positif yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan skenario berbeda.
Menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan operasional karena mengangkut bahan berbahaya dan mudah terbakar.
“Kalau terjadi kondisi kegawatdaruratan, kami sudah paham apa yang harus dilakukan. Kegiatan seperti ini sangat membantu karena melibatkan kepolisian, pengelola jalan tol, pemadam kebakaran, dan seluruh pihak terkait. Harapan kami latihan seperti ini terus berlanjut dengan berbagai skenario yang berbeda,” ungkapnya.
Region Manager HSSE Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, Ryan Hendra, menyampaikan bahwa penanganan keadaan darurat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Dibutuhkan koordinasi yang cepat, terstruktur, dan dipahami oleh seluruh pihak agar proses penanganan berjalan efektif ketika terjadi insiden sebenarnya.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengatakan simulasi terpadu menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengambil keputusan.
“Ini baik secara cepat sekaligus menguji penerapan prosedur keselamatan saat menghadapi berbagai kondisi darurat,” ungkapnya.(wis)





