JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam keras kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Pramono meminta pada aparat kepolisian dan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku penyekapan tersebut.
BACA JUGA:Pengacara Korban Penyekapan Percetakan Senen Sebut Kliennya Disekap 21 Hari Tanpa Dikasih Makan!
"Jadi kalau bagi siapa pun melakukan tindak kekerasan maupun penyekapan, maka saya minta untuk aparat penegak hukum termasuk Pemerintah DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap hal itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
Pramono pun menekankan ke depan kasus serupa tidak terulang kembali.
"Enggak boleh terjadi," pungkasnya.
Adapun dua terduga pelaku penyekapan tiga karyawan percetakan saat ini telah ditangkap oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA:Tiga Karyawan Percetakan Senen Dirantai Gegara Dituduh Mencuri, Dua Pelaku Ditangkap!
Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro menjabarkan, ketiga korban disekap di sebuah ruko.
Saat ditemukan, ketiga korban penyekapan dalam kondisi kaki diborgol hingga diikat tali baja.
"Saat berada di TKP benar korban bernama Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani, terlihat di borgol bagian kakinya sambil diikat tali baja juga korban bernama Adit Saputra diborgol bagian kaki dan diikat menggunakan rantai besi," kata Widodo saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu, 28 Juni 2026.
Widodo mengatakan, ketiga korban disekap karena diduga kedapatan mencuri di perecetakan tempatnya bekerja.
Ketiga karyawan itupun disekap, dan pelaku meminta uang tebusan senilai Rp50 juga kepada keluarga korban.
BACA JUGA:Tiga Karyawan Disekap 3 Pekan di Senen, Tetap Diborgol Meski Ortu Sudah Transfer Rp50 Juta
Salah satu keluarga korban kata Widodo sudah memberikan uang tebusan Rp50 juta, namun korban tidak juga dibebaskan.
- 1
- 2
- »





