JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan rencana perpanjangan jalur LRT Jabodebek hingga Bogor masih berada pada tahap kajian oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Adhi Karya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan kajian tersebut menjadi dasar sebelum pemerintah memutuskan kelanjutan proyek, termasuk skema pembiayaannya.
"LRT Jabodebek ke Bogor saat ini PT KAI dan PT Adhi Karya sedang melakukan kajian," kata Allan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/6/2026), seperti dikutip dari Antara.
Menurut Allan, rencana perpanjangan LRT Jabodebek hingga Bogor sebenarnya bukan hal baru. Proyek tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang diterbitkan pada 2015.
Baca Juga: Mulai 1 Juli, Aplikator Wajib Terapkan Potongan Komisi Ojol Maksimal 8 Persen
Meski demikian, Kemenhub masih menunggu hasil kajian dari PT KAI dan PT Adhi Karya sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
"Kami menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, termasuk skema pendanaannya seperti apa," ujarnya.
Allan juga belum bisa memerinci target waktu dimulainya pembangunan maupun pelaksanaan proyek karena seluruh aspek masih dalam proses pembahasan.
Sebelumnya, PT KAI mengungkapkan rencana memperpanjang layanan LRT Jabodebek hingga Bogor telah masuk dalam master plan pengembangan perusahaan.
Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa mengatakan kajian yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub mencakup sejumlah aspek, mulai dari potensi bisnis, penentuan trase atau rute, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), hingga proyeksi peningkatan jumlah penumpang.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- lrt jabodebek
- perpanjangan lrt jabodebek bogor
- pt kai
- adhi karya
- kementerian perhubungan
- lrt sampai bogor





