Gaikindo Minta Insentif Otomotif Diperluas untuk Semua Jenis Kendaraan

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah memperluas stimulus otomotif untuk seluruh jenis kendaraan, mulai dari berbahan bakar konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik murni (BEV) guna menjaga pertumbuhan industri nasional.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo Anton Kumonty mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar seluruh pelaku industri memperoleh dukungan yang setara dalam menjaga permintaan pasar.

Usulan tersebut disampaikan seiring pandangan Gaikindo bahwa industri otomotif masih membutuhkan dukungan kebijakan di tengah tantangan pasar domestik dan transformasi menuju elektrifikasi. Asosiasi menilai pemberian insentif yang merata akan menjaga keberlangsungan investasi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

“Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri," ujar Anton dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Selama ini, pemerintah dinilai konsisten mendukung sektor otomotif melalui berbagai kebijakan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog bersama pelaku industri.

Gaikindo mencontohkan sejumlah kebijakan yang dinilai berhasil menopang industri, di antaranya fasilitas user specific duty-free scheme (USDFS), insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP), serta implementasi program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). 

Baca Juga

  • Nasib Insentif Otomotif 2026 Belum Diputuskan, Purbaya Bilang Begini
  • Minim Insentif Otomotif, Strategi Vinfast hingga BYD Hadapi 2026
  • Tak Ada Insentif Otomotif 2026, Airlangga: Anggaran Dialihkan untuk Mobnas

Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan permintaan domestik, hingga mendorong investasi kendaraan elektrifikasi.

Selain insentif, pemerintah juga dinilai aktif membangun komunikasi dengan para prinsipal otomotif melalui berbagai forum strategis, termasuk Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting. Forum tersebut menghasilkan pembentukan kelompok kerja untuk mempercepat pengembangan biofuel di Indonesia.

Adapun, Gaikindo juga menilai komitmen pemerintah terhadap investor Jepang menjadi sinyal positif bagi investor baru. Menurutnya, sejumlah perusahaan otomotif asal Cina yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan kebijakan serupa agar dapat merealisasikan rencana investasi jangka panjangnya.

Anton menegaskan Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi manufaktur otomotif sekaligus mampu menghadapi tantangan transformasi industri global.

Secara kumulatif, penjualan wholesales sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit atau naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, penjualan ritel selama 5 bulan pertama tahun ini mencapai 359.490 unit, meningkat 8,8% secara tahunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker sebagai Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Saksi Cerita Momen Truk Seruduk Motor di Bekasi, Sopir Ditemukan Pingsan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Rano: HUT Jakarta momentum perkuat budaya tertib
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Cerita Makam Istimewa Para Wira dan Ulama di Tengah Kampung Jogja
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Mengapa Terjadi Hujan di Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.