Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (29/6). Hasilnya, Jeffrey Hendrik sah menjadi Direktur Utama BEI periode 2026-2030.
Sebagai Direktur Utama yang sudah disahkan melalui RUPST, Jeffrey menargetkan bahwa di akhir masa jabatannya nanti, BEI bisa masuk ke dalam 10 besar bursa di dunia.
“Di tahun 2030 kami yakini tidak mudah tetapi ini adalah apa yang harus kita capai, yang ingin kita capai untuk pasar modal Indonesia atau Bursa Efek Indonesia ke depan adalah bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi 10 di antara 10 bursa besar di dunia,” kata Jeffrey dalam konferensi pers secara daring, Senin (29/6).
Ia ingin capaian tersebut didasarkan baik dari segi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi. Untuk saat ini, BEI masih berada pada posisi ke-19 dari segi kapitalisasi pasar dan posisi ke-17 dari segi transaksi. Untuk itu, Jeffrey juga menetapkan tiga pilar utama untuk mencapai target BEI dalam masa kepemimpinannya tersebut.
“Tentu untuk mencapai itu, ada beberapa pilar utama yang akan kita lakukan. Yang pertama adalah bagaimana untuk terus menumbuhkan bisnis dari sisi transaksi, yang kedua juga mengembangkan bisnis non transaksi dan pilar, ketiga adalah terus meningkatkan baik kuantitas maupun kualitas dari perusahaan tercatat dan yang keempat adalah bagaimana kita bisa terus meningkatkan inklusivitas untuk seluruh segmen investor,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jeffrey juga memberi target capaian seperti peningkatan kapitalisasi pasar di tahun 2030 menjadi Rp 30.000 triliun dari Rp 15.849 pada 2025. Di samping itu, ia menarget RNTH saham mencapai Rp 31 triliun per hari dari Rp 18,1 triliun per hari pada tahun 2025.
Untuk perusahaan tercatat, ia menarget ada 1.100 perusahaan di tahun 2030 dari 956 perusahaan di tahun 2025. Selain itu, ia juga ingin investor pasar modal meningkat dari 20,3 juta pada tahun 2025 menjadi 35 juta pada tahun 2030.
Tak hanya itu, Jeffrey menargetkan market cap per GDP dari pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 83 persen dari 66,5 persen di tahun 2025.
Berikut susunan lengkap Direksi BEI terpilih periode 2026-2030:
Direktur Utama : Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan : Saidu Solihin
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa : Irvan Susandy
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan : Yulianto Aji Sadono
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko : Abdul Munim
Direktur Pengembangan : Iding Pardi
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum : Umi Kulsum





