Kronologi 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latihan Militer, Ini Penjelasan Kemhan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Mereka meninggal dalam rentang waktu yang tidak berjauhan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut kelimanya meninggal dunia karena masalah kesehatan, meskipun telah dinyatakan lulus tes kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.

"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," kata Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Pada Sabtu (27/6/2026), Kemhan menggelar konferensi pers untuk memberikan penjelasan mengenai meninggalnya peserta SPPI tersebut. Berikut sejumlah fakta yang diungkap dalam konferensi pers.

Kronologi Meninggalnya Lima Calon Manajer

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan kronologi meninggalnya lima calon manajer KDMP dan KNMP saat mengikuti Latsarmil.

1. Yonanda Muhammad Taufiq

Baca Juga

  • Kronologi Lengkap 5 Calon Manajer KDMP dan KNMP Meninggal Dunia saat Latsarmil
  • Ragam Kata Pejabat soal Tujuan Berdirinya Kopdes Merah Putih, Benar Jadi Pendukung UMKM?
  • Tujuan Manajer Kopdes Merah Putih Ikut Latasarmil, Kemenhan: Pembentukan Karakter

Ketut menjelaskan, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda sedang mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan di daerah latihan Pusdiklatpur Baturaja dengan berjalan kaki bersama peserta lainnya.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan satuan segera dipanggil. Pada pukul 17.22 WIB, Yonanda dibawa menggunakan ambulans menuju pos kesehatan satuan pendidikan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter memutuskan almarhum segera dirujuk ke Rumah Sakit dr. Noesmir Baturaja. Pukul 18.05 WIB, almarhum tiba di rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Yonanda mendapatkan penanganan medis secara intensif. Namun, pada pukul 18.30 WIB, dokter menyatakan Yonanda meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung.

2. Anisa Muyassaroh

Anisa merupakan peserta yang berasal dari Satdik Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Dia mengikuti kegiatan pendidikan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 13.35 WITA.

Ketut menuturkan, saat itu Anisa mengeluhkan sesak napas disertai mual sehingga dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur. Pada pukul 14.00 WITA, Anisa diperiksa dokter dan lima menit kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan.

"Di rumah sakit, almarhumah terus mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi terus memburuk hingga pukul 18.51 WITA, hasil EKG menunjukkan flat asystole. Pada pukul 19.00 WITA, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematian adalah heat stroke," terang Ketut.

3. Novia Rahmadhani Sihotang

Novia mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklat Angkatan Udara. Berdasarkan keterangan Ketut, pada Senin (22/6/2026) pukul 14.30 WIB, Novia datang ke unit kesehatan dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam.

Novia sempat mendapatkan perawatan awal. Namun, keesokan harinya, Selasa (23/6/2026) pukul 06.10 WIB, kondisi kesehatannya menurun sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Utama dr. Esnawan Antariksa.

Menurut Ketut, Novia menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk foto toraks yang menunjukkan tuberkulosis paru aktif, disertai pemeriksaan laboratorium dan perawatan intensif di ruang ICU isolasi. Novia sempat mengalami penurunan kesadaran pada pukul 15.00 WIB.

"Tim medis segera melakukan resusitasi jantung paru, namun pada pukul 15.13 WIB, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah meninggal dunia akibat tuberkulosis," terang Ketut.

4. Muhammad Rifki Reynaldi Gunawan

Rifki menjalani kegiatan pendidikan di Yon Para Raider 465 Halim Perdanakusuma. Pada Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB, dia datang ke ruang kesehatan dengan keluhan sesak napas dan lemas.

"Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi umum masih stabil sehingga diberikan terapi oksigen, diistirahatkan, dan setelah kondisi membaik kembali mengikuti kegiatan. Namun, pada pukul 18.00 WIB, keluhan sesak napas kembali muncul," jelas Ketut.

Rifki kemudian kembali dibawa ke ruang kesehatan dan dirujuk ke IGD Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa pada pukul 18.25 WIB.

Rifki menjalani sejumlah pemeriksaan, meliputi laboratorium, EKG, foto toraks, pemasangan alat bantu napas, hingga perawatan di ICU.

"Meskipun telah dilakukan tindakan medis, kondisi pasien terus memburuk. Pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 00.28 WIB, dokter menyatakan almarhum meninggal dunia," tutur Ketut.

Ketut menyampaikan berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia atau infeksi paru-paru yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan, terdapat pula informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis.

5. Nola Diasari

Nola merupakan peserta SPPI yang berasal dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan. Dia sedang mengikuti pembelajaran teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan pada Jumat (26/6/2026).

Namun, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang.

Menurut Ketut, Nola tiba di IGD pada pukul 19.20 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan stabilisasi, Nola dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk memperoleh penanganan yang lebih komprehensif.

"Sekitar pukul 20.20 WIB, almarhumah tiba di RSUD Abdul Aziz Singkawang dan segera mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis. Dalam proses penanganan terjadi henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi," ucap Ketut.

Ketut menyampaikan berbagai upaya telah dilakukan, tetapi kondisi pasien tidak kunjung membaik. Pada pukul 21.03 WIB, Nola dinyatakan meninggal dunia.

"Sebelum mengikuti pendidikan, yang bersangkutan telah melalui tahapan seleksi kesehatan, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan. Saat ini, hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi yang dialami," jelas Ketut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Peternak Gelar Demo Anjloknya Harga Telur di DPRD Jatim
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Urai Antrean di Pelabuhan Ketapang, Puluhan Kapal Feri Dioperasikan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masa Depan Bangsa Ditentukan Sensus Ekonomi 2026
• 1 jam laludisway.id
thumb
Pakistan serukan semua pihak patuhi kesepakatan dalam konflik Timteng
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Cabdindik Jatim di Ponorogo Tegaskan MPLS Tidak Wajib Seragam Baru
• 6 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.