Jadi Best Player Tanpa Gol, Sabrina Dapat Puja-puji dari Coach Jacksen

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) telah resmi menutup tirai musim 2025/26. Dimulai dari seri MLSC yang bergantian digelar masing-masing dua kali di 12 kota, musim 2025/26 ditutup dengan MLSC All-Stars 2026 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus pada 23-28 Juni 2026 kemarin.

Hasilnya, All-Stars Kudus kembali mempertahankan gelar juaranya. Di final kompetisi sepak bola wanita U-12 tingkat nasional itu, mereka mengalahkan All-Stars Jakarta lewat drama adu penalti.

Dari puluhan ribu pesepak bola wanita usia dini yang mengikuti gelaran MLSC di 12 kota, yang kemudian terjaring ke 12 tim di MLSC All-Stars, cuma satu yang akhirnya mendapatkan predikat sebagai Best Player.

Ia adalah Sabrina Dwi Ristiyana, gelandang Kudus yang jadi algojo terakhir adu penalti dan memastikan kemenangan Kudus atas Jakarta di partai final.

Namun, terlepas dari gol di babak adu penalti vs Jakarta yang tak masuk hitungan di catatan pencetak gol itu, Sabrina tak mencetak gol sama sekali di MLSC All-Stars. Catatan tersebut rupanya menjadi pertanyaan, mengingat banyak pemain lain yang lebih mencolok dalam urusan gol.

Menanggapi hal ini, Head Coach MLSC Nasional, Jacksen F. Tiago, menjelaskan dengan rinci mengapa ia dan timnya memilih Sabrina meskipun sang pemain tak mencatat satu gol pun dalam gelaran MLSC All-Stars.

Menurutnya, banyak pertimbangan lain dalam permainan sepak bola di luar urusan jadi pemain terakhir yang menceploskan bola ke gawang.

Jacksen juga bilang, bahwa perspektifnya untuk memilih pemain, termasuk soal pemain yang berangkat ke SingaCup, adalah untuk tujuan jangka panjang.

"Sebenarnya kita di sini punya tugas untuk memilih pemain-pemain yang akan punya potensi, suatu waktu nanti pemain itu bisa mencapai level tim nasional senior. Itu menjadi tujuan kita," tutur Jacksen memulai penjelasannya dalam konferensi pers usai final MLSC All-Stars, Minggu (28/6) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

"Dalam sudut pandang saya, Sabrina itu anak yang bermain sangat taktikal dan dia menjadi motor permainan di Kudus. Itu di mata saya, di mata saya. Hampir semua bola dari sektor belakang ke depan bola itu lewat kakinya Sabrina dan dia distribusi bolanya itu memang sangat luar biasa sekali," tambah Jacksen.

Ia bilang, Sabrina adalah pusat berjalannya sebuah mesin bernama Tim All-Stars Kudus, "Kalau kita melihat kelancaran proses serangan dari Kudus, kelancaran aliran bola dari Kudus hampir semua bola itu lewat kakinya dia lewat kakinya Sabrina. Tidak pernah satu kali pun saya melihat anak itu tendang bola asal."

Jacksen melihat, Sabrina selalu mengontrol bola dengan baik, melakukan scanning ke seluruh penjuru lapangan, sebelum memutuskan mengoper bola ke temannya.

"Dia memberikan umpan bolanya, dia cepat cari ruang kosong, di mana dia bisa support sehingga tingkat intelegensi anak itu sangat luar biasa sekali. Dan saya sangat yakin kalau cita-cita kalau kita bandingkan dengan pemain lain anak itu akan cepat mencapai tim nasional Indonesia," kata Jacksen.

Menurut Jacksen, ketimbang betapa keras seorang pemain menendang bola, betapa kencang seorang pemain berlari, kemampuan inteligensi Sabrina ini jauh lebih berharga dan membuatnya unik.

"Makanya mungkin dari sudut pandang teman-teman wartawan terkadang fokus kepada gol ya, kalau saya fokus kepada bagaimana mengalirkan permainan dari sebuah tim karena pada akhirnya saya akan memilih 15 pemain untuk bisa membentuk sebuah tim yang bisa menjadi kekuatan kita di Singapura nanti," tambah Jacksen.

Jacksen juga yakin, Sabrina mampu bermain di level yang lebih tinggi dengan tekanan yang berbeda.

"Dia punya keputusan, dia sangat tenang dan anak itu punya kriteria dia sangat cerdas dalam mengambil keputusan pada saat dia tertekan dan dia tetap tenang," ujar pelatih berdarah Brasil itu. "Itu yang menjadi dasar saya untuk memilih dia."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinas Perikanan Papua Genjot Hilirisasi Lewat Sarana Cold Storage
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Heboh! Dunia yang Hilang Akhirnya Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pertarungan Calon Ketua Golkar Sulsel Sesungguhnya Sebelum Musda, Aco Gerus Dukungan Appi
• 6 jam laluharianfajar
thumb
BPS: Ekspor Barang Ekonomi Kreatif Capai US$ 2,61 Miliar, Naik 4,47% pada April
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
BofA Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global, Suku Bunga The Fed Diprediksi Naik 75 Bps
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.