Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di bank Himbara dan sempat ditarik akan dikembalikan ke bank BUMN. Selain itu, penempatannya juga diperpanjang hingga Desember 2026.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menjelaskan dengan begitu, jumlah dana SAL yang akan ada di Himbara berjumlah Rp 281 triliun. Namun demikian, terdapat dana tambahan yang juga disiapkan jika perbankan masih membutuhkan likuiditas.
“Setelah dievaluasi, diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang kemarin Rp 281 triliun, akan dikembalikan lagi Rp 281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026. Di samping itu ada tambahan Rp 100 triliun sebagai stand by in case diperlukan,” kata Juda dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (29/6).
Terkait jumlah yang sempat ditarik dari Himbara, Juda menjelaskan angkanya mencapai Rp 110 triliun. Namun demikian, saat ini proses pengembalian ke Himbara sedang berlangsung sehingga posisi dana SAL di Himbara akan kembali menjadi Rp 281 triliun.
“Juni (ditarik) dari Rp 281 triliun kan awalnya, Rp 110 triliun ditarik. Ini dikembalikan lagi Rp 110 triliun, jadi tetap Rp 281 triliun. Iya, sebentar lagi lah, segera lah (kembali ke posisi rp 281 triliun di Himbara),” ujarnya lebih lanjut.
Juda juga menjelaskan bahwa dari laporan perbankan, permintaan kredit masih cukup. Maka dari itu, likuiditas akan terus dijaga.
“Karena informasi dari perbankan permintaan kredit itu masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit dan diperkirakan kemarin di bulan Mei kredit tumbuh 11,5 persen dan kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di dalam bulan-bulan ke depan,” kata Juda.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan kembali menambah likuiditas ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) usai sempat ditarik. Hal ini karena Purbaya menerima laporan bahwa ada kekeringan likuiditas di Himbara.
“Itu kan di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah. Tadinya Rp 200 (triliun), saya tambah Rp 100 (triliun). Nanti ada yang Rp 100, Rp 75, Rp 100 triliun, lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (26/6).
Adapun menurut Purbaya jumlah dana SAL yang ada di Bank Indonesia (BI) saat ini adalah Rp 590 triliun. Total, jumlah dana yang akan dikucurkan kembali ke bank Himbara menurut Purbaya adalah Rp 400 triliun.
"Jadi Rp 200 (triliun) yang jangka panjang, tambah Rp 100 (triliun) lagi mungkin yang jangka 3-4 bulan ya. Terus tambah lagi yang fleksibel Rp 100 (triliun) lagi. Jadi Rp 400 (triliun)," kata Purbaya.
“Rp 590 triliun sekarang. Total Rp 400 triliun sekian (yang akan dikucurkan) kita punya Rp 590 triliun cash, kebanyakan,” lanjutnya.
Kebijakan ini juga menurut Purbaya bukan langkah yang ia tetapkan sendiri. Ia sudah melakukan koordinasi dengan Presiden Prabowo. Dari koordinasi itu, Prabowo ingin perekonomian tetap jalan.





