Konflik Iran-AS Memanas, Airlangga: APBN Aman Asal Harga Minyak di Bawah US$100

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada dalam kondisi yang relatif aman di tengah gejolak harga minyak dunia akibat kembali meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia secara intensif karena pergerakannya sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik.

“Ya kami monitor harian, mingguan, bulanan, karena ini tergantung selalu pada suhu dari tensi,” kata Airlangga dalam konferensi Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi global sebagai dasar dalam mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian nasional, khususnya yang berasal dari fluktuasi harga energi.

Meski demikian, Airlangga menilai tekanan terhadap APBN masih dapat dikelola sepanjang konflik tidak berlangsung berkepanjangan dan rata-rata harga minyak dunia tetap berada di bawah level US$100 per barel.

"Ya seperti yang kami sampaikan kalau perangnya 5, 6, 10 bulan, dan harga minyak rata-rata di bawah US$100 [per barel], Republik [Indonesia] anggarannya relatif aman,” ujarnya.

Baca Juga

  • Harga Minyak Global Memanas Usai AS-Iran Kembali Bentrok
  • Purbaya Sebut Defisit APBN 2025 Turun ke 2,81%, Targetkan 2,9% pada 2026
  • Kans Kecil APBN Kembali Longgar usai Tercapainya Kesepakatan Damai AS-Iran

Sebagaimana diberitakan, AS melayangkan serangan balasan kepada Iran sejak Sabtu (27/6/2026), setelah sejumlah drone menyerang kapal minyak di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menegaskan pihaknya akan terus menggempur Teheran jika nota kesepahaman perdamaian diabaikan. Menurut keterangan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan tersebut dilakukan dengan mengacu pada arahan panglima tertinggi.

“Pasukan CENTCOM melancarkan serangan hari ini sebagai respons langsung terhadap agresi Iran yang terus berlanjut terhadap pelayaran komersial,” tulis pusat komando tersebut, dikutip dari Al-Jazeera, Minggu (28/6/2026).

CENTCOM menyampaikan serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer Iran, sistem komunikasi hingga penyimpanan drone. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di Desa Tahrui yang terletak di bagian selatan Iran.

“Pesawat militer AS menargetkan infrastruktur pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penebar ranjau,” jelasnya.

Donald Trump menegaskan serangan yang dilakukan pada Sabtu merupakan langkah awal. Dia memperingatkan serangan yang lebih besar dapat dilakukan apabila Iran tidak memenuhi tuntutan Washington.

Trump menuding Iran telah berulang kali melanggar nota kesepahaman gencatan senjata yang disepakati pada 17 Juni. Melalui unggahan di media sosial, dia memperingatkan Washington dapat mengambil langkah militer yang lebih besar jika Teheran terus mengabaikan kesepakatan tersebut.

“Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap rasional dan terpaksa menyelesaikan secara militer apa yang telah kami mulai dengan sangat berhasil. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” ujar Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kala Gen Z Berburu Kamera Lawas, Menikmati Proses di Balik Setiap Jepretan
• 43 menit lalukompas.com
thumb
Pemerintah Usulkan Rancangan UU Keamanan dan Ketahanan Siber, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi II DPR Dorong Penguatan Wewenang BNPP, Percepat Pembangunan Perbatasan | KOMPAS PETANG
• 13 menit lalukompas.tv
thumb
Lempar Batu ke Sopir Pikap hingga Tewas, 2 Remaja di Kupang Ditangkap
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Pakistan serukan semua pihak patuhi kesepakatan dalam konflik Timteng
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.