Jakarta (ANTARA) - Juara Wimbledon Iga Swiatek memilih untuk menekan ekspektasi menjelang memmulai perjuangan dalam Grand Slam lapangan rumput itu menyusul persiapan yang dinilainya tidak sebaik tahun lalu.
Petenis asal Polandia itu mengaku masih berusaha menemukan kembali ritme permainan setelah hanya menjalani satu pertandingan di lapangan rumput musim ini saat kalah dari Emma Navarro pada turnamen Bad Homburg pekan lalu.
"Saya benar-benar berada dalam posisi untuk menjaga ekspektasi tetap rendah," kata Swiatek dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip WTA, Senin.
Swiatek mengakui gelar Wimbledon tahun lalu merupakan pencapaian mustahil, mengingat lapangan rumput menjadi permukaan yang paling sulit baginya.
Kini, saat kembali ke All England Club sebagai juara bertahan, Swiatek menilai tantangan mempertahankan gelar juara tidaklah mudah.
Dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit petenis yang mempertahankan gelar Wimbledon, termasuk Serena Williams yang terakhir melakukannya pada 2015 dan 2016.
Pada edisi 2025, Swiatek datang ke Wimbledon setelah mencapai final Bad Homburg dan kemudian tampil impresif dengan tidak kehilangan satu set pun sejak babak ketiga.
Ia bahkan merebut 20 gim secara beruntun dalam dua pertandingan terakhir saat menundukkan Belinda Bencic dan Amanda Anisimova untuk merebut gelar.
Baca juga: Janice Tjen bangga bawa nama Indonesia dalam debut Wimbledon
Namun, kondisi berbeda dihadapinya musim ini. Setelah tersingkir pada babak keempat French Open, hasil terburuknya di Paris sejak 2019, Swiatek hanya memiliki sedikit waktu bertanding di lapangan rumput.
Meski demikian, petenis berusia 25 tahun itu percaya kepercayaan diri dapat dibangun secara bertahap.
"Tahun lalu saya bisa berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan itu sangat membantu," kata Swiatek.
Swiatek mengatakan kunci kesuksesannya musim lalu adalah ketenangan dan keyakinan terhadap permainannya sendiri.
Selain membahas persiapannya, Swiatek turut melontarkan candaan mengenai handuk Wimbledon yang menjadi suvenir favoritnya.
"Saya sudah tidak punya handuk dari tahun lalu. Teman-teman dan keluarga saya menginginkannya," ujar Swiatek sambil tertawa.
Swiatek mengawali perjalanannya dengan menghadapi Taylor Townsend pada babak pertama pada Selasa (30/6) pukul 19.30 WIB.
Baca juga: Djokovic memuji kembalinya Serena Williams di Wimbledon
Petenis asal Polandia itu mengaku masih berusaha menemukan kembali ritme permainan setelah hanya menjalani satu pertandingan di lapangan rumput musim ini saat kalah dari Emma Navarro pada turnamen Bad Homburg pekan lalu.
"Saya benar-benar berada dalam posisi untuk menjaga ekspektasi tetap rendah," kata Swiatek dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip WTA, Senin.
Swiatek mengakui gelar Wimbledon tahun lalu merupakan pencapaian mustahil, mengingat lapangan rumput menjadi permukaan yang paling sulit baginya.
Kini, saat kembali ke All England Club sebagai juara bertahan, Swiatek menilai tantangan mempertahankan gelar juara tidaklah mudah.
Dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit petenis yang mempertahankan gelar Wimbledon, termasuk Serena Williams yang terakhir melakukannya pada 2015 dan 2016.
Pada edisi 2025, Swiatek datang ke Wimbledon setelah mencapai final Bad Homburg dan kemudian tampil impresif dengan tidak kehilangan satu set pun sejak babak ketiga.
Ia bahkan merebut 20 gim secara beruntun dalam dua pertandingan terakhir saat menundukkan Belinda Bencic dan Amanda Anisimova untuk merebut gelar.
Baca juga: Janice Tjen bangga bawa nama Indonesia dalam debut Wimbledon
Namun, kondisi berbeda dihadapinya musim ini. Setelah tersingkir pada babak keempat French Open, hasil terburuknya di Paris sejak 2019, Swiatek hanya memiliki sedikit waktu bertanding di lapangan rumput.
Meski demikian, petenis berusia 25 tahun itu percaya kepercayaan diri dapat dibangun secara bertahap.
"Tahun lalu saya bisa berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan itu sangat membantu," kata Swiatek.
Swiatek mengatakan kunci kesuksesannya musim lalu adalah ketenangan dan keyakinan terhadap permainannya sendiri.
Selain membahas persiapannya, Swiatek turut melontarkan candaan mengenai handuk Wimbledon yang menjadi suvenir favoritnya.
"Saya sudah tidak punya handuk dari tahun lalu. Teman-teman dan keluarga saya menginginkannya," ujar Swiatek sambil tertawa.
Swiatek mengawali perjalanannya dengan menghadapi Taylor Townsend pada babak pertama pada Selasa (30/6) pukul 19.30 WIB.
Baca juga: Djokovic memuji kembalinya Serena Williams di Wimbledon





