jpnn.com, JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) menyiapkan sekitar 1.800 calon wisudawan dan wisudawati untuk tidak hanya siap menerima ijazah, tetapi melangkah sebagai generasi yang mampu menghadirkan karya, nilai, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah I pada Senin, 29 Juni 2026, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC).
BACA JUGA: Dukung Digitalisasi Desa, Universitas Terbuka Luncurkan Aplikasi Posyandu SI MAMY
Mengangkat tema “Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia”, kegiatan itu menjadi ruang pembekalan sekaligus refleksi bagi calon lulusan UT sebelum memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
BACA JUGA: Dibina Universitas Terbuka, BUMDes di Bogor Mampu Layani Ribuan Pelanggan
Menurutnya, di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk berkontribusi dalam lingkungan yang lebih luas.
“Bagi UT, kelulusan adalah pintu masuk menuju tanggung jawab baru. Lulusan harus mampu membawa ilmu yang diperoleh menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Ali.
BACA JUGA: Kuliah Online di Universitas Terbuka, Biaya Terjangkau dan Kualitas PJJ Terbaik
Seminar ini menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., sebagai narasumber.
Kehadiran Prof. Ojat diharapkan dapat memberikan penguatan perspektif kepada para calon wisudawan mengenai pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa.
"Calon wisudawan UT ketika turun ke masyarakat, yang dibutuhkan tidak semata cerdas secara akademik, tetapi juga harus sehat secara jasmani, punya etika moral tinggi, bisa bekerja sama," tegasnya.
Melalui forum ini, para calon lulusan UT diajak memandang masa depan bukan hanya sebagai ruang persaingan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian.
Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan tidak berhenti sebagai capaian pribadi, melainkan menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat di tempat kerja, keluarga, lingkungan sosial, dunia usaha, hingga ruang pelayanan publik.
Pesan tersebut sejalan dengan karakter UT sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Banyak mahasiswa UT menempuh studi sambil bekerja, mengurus keluarga, membangun usaha, maupun mengabdi di berbagai daerah.
Selain menjadi ruang pembekalan calon wisudawan, Seminar Wisuda UT juga menjadi momentum penguatan kolaborasi kelembagaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UT menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Syiah Kuala terkait peningkatan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.
UT juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kota Malang tentang peningkatan kualitas penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kelembagaan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah UT memperluas jejaring, memperkuat mutu layanan pendidikan, serta menghadirkan kontribusi yang lebih luas melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, Seminar Wisuda UT tidak hanya menjadi agenda pendamping menjelang wisuda, tetapi juga mencerminkan gerak institusi yang terus memperkuat dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Di satu sisi, UT menyiapkan calon lulusan agar lebih percaya diri menghadapi masa depan.
Di sisi lain, UT memperluas kolaborasi agar manfaat pendidikan tinggi dapat menjangkau lebih banyak ruang dan kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan menghadirkan sesi motivasi bersama Prof. Gorky M. Sembiring.
Sesi ini menjadi penguat semangat bagi para calon wisudawan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan berani mengambil peran setelah menyelesaikan studi.
Dari UTCC, Seminar Wisuda UT 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan tidak berhenti di panggung wisuda.
Bagi UT, setiap calon lulusan adalah bagian dari cerita besar tentang akses, ketekunan, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
"Mereka bukan hanya bersiap mengenakan toga, tetapi juga bersiap membawa ilmu ke tengah masyarakat sebagai generasi yang inovatif, berintegritas, dan siap mendunia," pungkas Rektor UT. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 Tahun PKM Universitas Terbuka di Pondok Cabe Ilir Berjalan, Ini Dampak Positifnya
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




