Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui negaranya sedang mengalami "kekurangan" pasokan bahan bakar, menyusul serangan berulang kali dari militer Ukraina. Namun Putin mengklaim bahwa kekurangan pasokan yang melanda Rusia itu tidak pada level kritis.
Kyiv menyebut serangan-serangannya terhadap Moskow sebagai balasan setimpal atas rentetan pengeboman Rusia, yang hampir setiap hari menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi Ukraina sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Salah satu serangan Ukraina memicu kebakaran besar pada sebuah kilang minyak di sebelah tenggara Moskow pekan lalu, yang membuat area pinggiran ibu kota Rusia itu diselimuti kepulan asap hitam pekat.
Pengakuan Putin itu, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2026), disampaikan dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia pada Minggu (28/6) waktu setempat.
"Mengenai serangan-serangan terhadap infrastruktur vital pada umumnya, dan infrastruktur energi secara khusus, tentu saja serangan-serangan terhadap infrastruktur kami ini menimbulkan masalah, hal itu sudah jelas," kata Putin dalam wawancara tersebut.
"Saat ini kami memang melihat adanya kekurangan tertentu, namun kondisinya tidak kritis," sebutnya.
Menurut Putin, tugas utama saat ini adalah meningkatkan kapasitas pertahanan anti-pesawat Rusia, serta memastikan pasokan bahan bakar, terutama untuk wilayah Crimea -- yang dicaplok Moskow dari Kyiv sejak tahun 2014.
(nvc/dhn)





