Sarwendah telah mengambil langkah tegas guna menanggapi narasi negatif di media sosial yang selama ini menyudutkannya. Ia melaporkan beberapa akun yang diduga menyebar fitnah ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Sarwendah mendapatkan dukungan dari keluarga besar, terutama dari sang ibunda yang akrab disapa Naynay.
"Upaya hari ini yang diambil oleh klien kami, langkah hukum tegas dan terukur, sudah sangat dipertimbangkan dengan matang dan dapat dukungan dari keluarga besar. Kenapa klien kami mengambil langkah ini? Ya, karena berita yang berkembang ini sudah cukup mengganggu klien kami," ujar kuasa hukum Sarwendah, Femmy Ferdinandus, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/6).
Bahkan, tim kuasa hukum yang mendampingi Sarwendah adalah hasil rekomendasi langsung dari sang ibu.
"Dari ibunya terutama Naynay mendukung juga langkah ini. Kami direkomendasikan juga oleh Naynay untuk mendampingi Ibu Sarwendah hari ini untuk membuka laporan polisi itu," tutur Femmy.
Sarwendah Buat Laporan Polisi karena Ingin Lindungi AnakSalah satu alasan Sarwendah membuat laporan adalah demi melindungi anak-anak dari dampak negatif jejak digital di masa depan. Sebagai seorang ibu, Sarwendah merasa perlu menyaring segala informasi yang beredar agar tidak mengganggu buah hatinya.
"Jangan sampai nanti anak-anak dari Ibu Sarwendah ini suatu waktu bisa melihat itu lagi. Itu kan mengganggu perkembangan mereka," ungkap Femmy.
Laporan Sarwendah terhadap beberapa akun media sosial itu telah teregister sejak 26 Juni. Hari ini, Sarwendah memberikan bukti tambahan atas laporannya.
"Pengambilan keterangan itu sudah, waktu kita buat laporan itu. Waktu itu ada sekitar 21 pertanyaan. Hari ini agenda penyerahan bukti tambahan. Buktinya itu screen video dari akun yang diduga mencemarkan nama baik dan melakukan fitnah," tutup Femmy.





