Panas Ekstrem di Prancis, Kamar Jenazah Paris Penuh karena Banyaknya Korban Jiwa

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Véronique Bertrand, seorang pengurus pemakaman, sibuk menjawab telepon pada Minggu, 28 Juni 2026, di kantornya di Paris, Prancis. Kamar jenazah di Paris penuh akibat tingginya tingkat kematian saat gelombang panas melanda Eropa. (Sumber: AP Photo/John Leicester)

PARIS, KOMPAS.TV - Angka kematian akibat gelombang panas ekstrem di Paris, dan wilayah-wilayah lainnya di Prancis, terus bertambah. Setiap beberapa menit, Zouhaeir Hertelli, seorang pemilik kamar mayat, menerima panggilan dari penelepon yang bertanya “Apakah Anda punya tempat untuk satu orang lagi?”

Sejak gelombang panas yang memecahkan rekor mulai merenggut nyawa, para direktur pemakaman kewalahan menerima kedatangan mayat baru setiap hari.

Sebanyak 32 kamar pendingin yang dimiliki Hertelli sudah penuh terisi. Dengan berat hati, ia berulang kali harus mengatakan "Tidak".

“Kita menghadapi situasi yang benar-benar bencana,” katanya.

“Saya menerima ratusan panggilan telepon,” katanya, seperti dikutip dari The Associated Press.

Saat gelombang panas melanda Eropa, Prancis mulai menghitung korban jiwa yang ditimbulkannya. Pekerjaan statistik dan kesehatan masyarakat membutuhkan waktu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk memastikan dan menghitung angka kematian yang terkait panas ekstrem.

Baca Juga: Dari Badai Petir Hingga Kebakaran, Eropa Kewalahan Hadapi Gelombang Panas Ekstrem

Tetapi sudah jelas korban yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem yang intens dan tak henti-hentinya, sangat mengerikan di Prancis, terutama di kalangan warga lanjut usia yang meninggal di rumah. Prancis adalah negara pertama yang dihantam gelombang panas sejak pertengahan Juni.

“Kami menghadapi lonjakan kematian yang sangat besar karena gelombang panas dan (kamar mayat) kami benar-benar penuh, penuh, penuh,” kata Hertelli.

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis, dalam perkiraan awal pertamanya, mengatakan kematian melonjak selama puncak gelombang panas pekan lalu ketika suhu di sebagian besar wilayah negara terbesar di Eropa itu melonjak hingga di atas 40 derajat Celcius. 

Mereka mengatakan ada lebih dari 1.200 kematian pada Rabu (24/6/2026) lalu, ketika Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah, memecahkan rekor yang telah ditetapkan sehari sebelumnya.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : The Associated Press

Tag
  • gelombang panas eropa
  • kamar jenazah di paris penuh
  • panas ekstrem
  • Paris
  • panas ekstrem paris
  • panas ekstrem prancis
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Rumah Institute Nilai Reformasi Mulai Berbuah
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Bukan Matador, China Punya Tradisi Gulat dengan Banteng
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Duduk Perkara Penyekapan dan Penyiksaan Karyawan Toko Padel di Jaksel
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Kelapa Bertemu Kopi: Mencari Nilai Tambah Baru Ekonomi RI
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Limp Bizkit Gelar Satu-satunya Konser Asia 2026 di Malaysia
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.