JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XIII DPR Saadiah Uluputty meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menginvestigasi meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat latihan dasar militer (Latsarmil).
Menurutnya, investigasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam penyelenggaraan pelatihan, termasuk dugaan pelanggaran HAM.
"Komnas HAM harus dilibatkan dalam penyelidikan bersama tim investigasi independen. Proses ini penting agar penyebab kematian para peserta diungkap secara objektif dan transparan," ujar Saadiah dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Baca juga: TB Hasanuddin: Anggaran Latihan Militer Kopdes Rp 30 Juta/Orang
Selain Komnas HAM, ia meminta tim investigasi juga diisi unsur kesehatan, keselamatan kerja, serta pihak-pihak independen yang memiliki kompetensi terkait.
"Apabila ditemukan adanya kelalaian sistemik atau metode pelatihan yang tidak proporsional, kasus ini dapat berkembang menjadi dugaan pelanggaran HAM. Semua pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum," ujar Saadiah.
Ia menjelaskan, hak hidup merupakan hak dasar yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Baca juga: Istana Sebut Latsarmil Kopdes Tetap Jalan Sambil Dievaluasi Usai 5 Peserta Meninggal
Tegasnya, meninggalnya lima calon manajer Kopdes Merah Putih tidak boleh dipandang sebagai musibah biasa.
"Pelatihan harus dihentikan sementara sampai investigasi selesai. Negara tidak cukup menyatakan ini sebagai musibah, tetapi wajib membuktikan seluruh standar perlindungan terhadap peserta telah dipenuhi,” kata Saadiah.
5 Calon Manajer Kopdes Meningga Saat LatsarmilDiketahui, total sebanyak lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Kopdes Merah Putih.
Pertama adalah Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.
Anisa Muyassaroh mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan meninggal dunia akibat heat stroke serta henti jantung.
Baca juga: Ombudsman Akan Investigasi Latsarmil Kopdes Jika Ditemukan Dugaan Maladministrasi
Kedua adalah Yonanda Muhammad Taufiq, yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja.
Yonanda meninggal pada 17 Juni 2026 pukul 18.33 WIB, dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung.
Ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia meninggal pada 22 Juni 2026, yang diakibatkan tuberkulosis.
Baca juga: Pigai: Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Harus Diusut, Tidak Bisa Dibiarkan
Keempat adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.
Meski telah mendapatkan penanganan maksimal dari tim dokter, Rifki dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
Terakhir adalah Nola Dya, peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




