Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Digital Mobil (ADMO) atau OLXmobbi menilai pasar mobil listrik bekas di Indonesia masih menghadapi tantangan, mulai dari terbatasnya pasokan unit hingga depresiasi harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional, terutama merek Jepang.
Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengatakan ketersediaan mobil listrik bekas hingga kini masih terbatas karena mayoritas kendaraan listrik di Indonesia masih berusia relatif muda. Selain itu, siklus pergantian kendaraan umumnya berlangsung setelah 3 hingga 7 tahun penggunaan.
Di sisi lain, sebagian besar merek mobil listrik asal China baru mulai masuk ke pasar Indonesia sekitar dua tahun terakhir sehingga belum banyak unit yang memasuki pasar mobil bekas.
“Mobil EV China baru banyak masuk sekitar dua tahunan, jadi belum terlalu banyak yang sekarang masuk ke segmen mobil bekas,” ujar Agung di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).
Menurut Agung, kendaraan listrik yang mulai beredar di pasar mobil bekas saat ini umumnya berasal dari gelombang awal adopsi EV di Indonesia, seperti Wuling Air EV dan Hyundai Ioniq 5 yang rata-rata telah berusia sekitar tiga tahun.
Selain pasokan yang masih terbatas, OLXmobbi juga menilai depresiasi harga menjadi tantangan di segmen kendaraan listrik bekas. Menurut Agung, penurunan nilai jual tidak hanya terjadi pada mobil listrik, tetapi juga pada mobil konvensional asal China.
Baca Juga
- Insentif Mobil Listrik Ditunda, Pemerintah Masih Lakukan Evaluasi
- Pertarungan OLXmobbi dan Carsome Makin Ketat demi Kuasai Pasar Mobil Bekas RI
- Penjualan Mobil Bekas OLXmobbi Tumbuh 7%, Innova hingga Avanza Terlaris
Dia mencontohkan, pada segmen multipurpose vehicle (MPV), depresiasi Wuling Cortez relatif lebih tinggi dibandingkan Toyota Kijang Innova. Pola serupa juga terlihat pada sejumlah model lain dari pabrikan China.
“Mungkin depresiasinya sekitar 20%-30% lebih besar dibandingkan mobil Jepang. Misalnya Kijang Innova dalam setahun bisa depresiasi antara 6%-10%, Wuling Cortez bisa 8%-15% lebih tinggi,” jelasnya.
Di tengah tantangan tersebut, kinerja bisnis OLXmobbi tetap tumbuh sepanjang Januari–Mei 2026. Agung mengatakan penjualan mobil bekas perseroan meningkat 7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi sekitar 15.000 unit.
Berdasarkan segmen kendaraan, penjualan masih didominasi MPV dan SUV dengan kontribusi sekitar 22% dari total transaksi. Selanjutnya disusul hatchback sebesar 17%, sedangkan LCGC dan sedan masing-masing menyumbang sekitar 6% dari total penjualan.





