Kepala BNPP Membantah Isu Dua Desa di Nunukan Masuk Malaysia

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) membantah isu yang menyebutkan dua desa di Nunukan, Kalimantan Utara, masuk menjadi wilayah Malaysia.

Pada saat rapat bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/6), Tito Karnavian mengatakan isu yang berkembang di publik seolah-olah Indonesia telah kehilangan dua desa tersebut.

BACA JUGA: Mendagri: Komisi II DPR Mendorong BNPP Punya Kewenangan Imperatif Urus Perbatasan

Tito mengatakan, desa-desa tersebut masih masuk ke wilayah Indonesia dan yang hilang hanyalah sebagian tanahnya. Indonesia justru mendapatkan lebih banyak bagian tanah.

"Kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia. Bukan seperti itu," kata Tito.

BACA JUGA: BNPP Mempercepat Pembukaan Pelintasan Temajuk–Telok Melano

Dia menjelaskan, permasalahan batas di Pulau Sebatik memang menjadi permasalahan lama sejak adanya sengketa antara Belanda dan Inggris ketika menjajah. Namun, kini kondisi di lapangan tidak demikian.

Dia mengatakan persoalan lama tersebut terus diselesaikan oleh BNPP yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingga lembaga-lembaga terkait lainnya.

BACA JUGA: BNPP RI Perkuat Akurasi Data Pembangunan Perbatasan Lewat Pemutakhiran IPKP KPP IEK 2026

Sebagai Kepala BNPP, dia menjelaskan bahwa sebagian lahan seluas 127,3 hektar di Pulau Sebatik memang masuk ke sisi Malaysia. Namun, Indonesia memperoleh kompensasi wilayah yang jauh lebih luas.

"Kita sebetulnya diuntungkan. Yang dimaksud itu adalah 127 hektare itu ada di dua desa yang konsekuensinya masuk ke wilayah Malaysia, tetapi kita mendapatkan kompensasi 5.700 hektare pada masuk ke dalam sisi Indonesia," katanya.

Di samping itu, dia mengatakan bahwa Indonesia masih memerlukan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru untuk memperkuat kedaulatan Indonesia.

Sejauh ini, menurut dia, sudah ada 15 PLBN yang terbangun, tetapi masih ada titik-titik lainnya yang memerlukan.

"Kita masih perlu lagi di perbatasan Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur ada satu titik yang berbatasan dengan Sarawak, kemudian yang di Kalimantan Utara ada masih ada lagi," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Juara AVC Men’s Cup 2026, Bekuk Korea Selatan Tiga Set Langsung
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Cuaca Panas Picu Kebakaran Hutan di Utah, Tiga Pemadam Kebakaran Tewas
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pram: Perpanjangan LRT Jakarta ke Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Akhir 2028
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Job Fair Jakarta Selatan Career Fest 2026 Digelar 7-8 Juli, Catat Lokasinya
• 30 menit lalukompas.com
thumb
Berkaca Kasus Kematian Dokter Icha, Faskes Wajib Perkuat Sistem Perlindungan Nakes dari Intimidasi
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.