JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap lonjakan signifikan promosi judi online (judol) di Indonesia selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Dalam dua pekan terakhir, aktivitas promosi taruhan ilegal tercatat meningkat hingga 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari–Juni 2026.
"Berdasarkan hasil pemantauan selama 2 minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
BACA JUGA:Raih 44,73 Persen Suara, Karya Fajar Novario Resmi Terpilih Jadi Logo HUT ke-81 RI
Ia menyebut, peningkatan aktivitas judol ini terorganisir transnasional dengan memanfaatkan mesin bot untuk memantau media sosial selama 24 jam penuh.
Melihat itu, lanjut Dia, Komdigi mengidentifikasi penyebaran komentar spam promosi judi online memanfaatkan akun bodong dengan bot di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dengan pola yang berulang.
"Fenomena ini juga berkorelasi dengan dimulainya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni yang dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga," ungkapnya.
Komdigi menemukan operasi penyebaran komentar spam judi online terhubung dengan berbagai platform judol, salah satunya tagar Rawitbet, melalui sistem afiliasi yang berbasis di India dan Brasil.
BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Fajar Novario, Pemenang Logo HUT ke-81 RI Asal Padang Dapat Rp100 Juta
Periode 1 hingga 28 Juni 2026, Komdigi menangani 126.180 konten, terdiri dari 111.279 situs , 4.579 di YouTube, 4.549 di Meta (Instagram dan Facebook), dan 622 di X.
Komdigi berencana bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti maraknya promosi di platform tersebut.
"Kami merencanakan akan segera bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini, dan bagi platform lainnya, kami imbau untuk terus memperketat pengawasan judi online di platform digital masing-masing," tutupnya.





