Akademisi: Komunitas & ormas berperan penting tingkatkan literasi gizi

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Keterlibatan komunitas dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dinilai memiliki peran dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat sebagai upaya mencegah stunting di Indonesia, karena memiliki kedekatan dengan warga hingga tingkat akar rumput.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Nadia Yovanni dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin, mengatakan ormas memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi apabila kapasitas para kader dan penggeraknya juga dibekali lebih matang.

"Peran organisasi masyarakat itu besar untuk mengedukasi tentang gizi pada masyarakat. Meski demikian keberhasilan edukasi gizi sangat bergantung pada kapasitas para penggeraknya," kata Nadia.

Menurut dia, organisasi berbasis masyarakat memiliki posisi strategis dalam mendukung program percepatan penurunan stunting karena mampu menjangkau lingkungan sosial secara langsung. Karena itu kader dan anggota organisasi yang mendampingi masyarakat perlu dibekali pemahaman gizi yang benar sebelum memberikan edukasi kepada warga.

Baca juga: Menanti kebijakan nutri-level: Momentum perkuat literasi gizi nasional

Nadia mengatakan perbaikan status gizi anak tidak cukup dilakukan melalui penyaluran bantuan pangan, tetapi juga memerlukan peningkatan pemahaman mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.

Ia menilai keluarga menjadi fondasi utama pembentukan kebiasaan tersebut karena merupakan agen sosialisasi pertama bagi anak.

"Jika keluarganya tidak punya literasi gizi yang bagus, ya yang penting hidup. Dia tidak peduli apakah di makanan itu perlu ada protein, perlu ada karbohidrat, dan bagaimana komposisinya," ujar Nadia.

Ia menambahkan salah satu materi edukasi yang perlu diperkuat ialah meluruskan anggapan keliru mengenai konsumsi susu kental manis yang kerap dijadikan pengganti susu untuk anak.

Baca juga: Promosi kental manis dan literasi gizi yang salah kaprah

Menurut dia, produk tersebut didominasi kandungan gula dengan kadar protein yang rendah, sehingga tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.

Dalam upaya meningkatkan literasi gizi, organisasi perempuan seperti PP Aisyiyah dan Muslimat NU melibatkan kader di berbagai daerah untuk memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi yang tepat melalui pendampingan keluarga hingga tingkat akar rumput.

Ketua Majelis Kesehatan Pengurus Pusat Aisyiyah (Makes PPA) Warsiti mengatakan organisasinya memberikan perhatian terhadap isu gizi agar pemenuhan gizi menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan kesehatan keluarga.

"Aisyiyah bersama kader-kader di seluruh Indonesia bekerja sampai ke akar rumput, memperkuat peran keluarga, komunitas dan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci," kata Warsiti.

Baca juga: Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dampak Gelombang Panas Ekstrem, Produsen AC di China Kebanjiran Orderan dari Eropa
• 18 menit laluidxchannel.com
thumb
BEI Pastikan Transformasi Pasar Modal Terus Berjalan Jelang Review MSCI November
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Menjadi Perantau di Jogja bagi Ruhaeni Intan, Novelis di Jajaran Kusala Sastra
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Wujudkan Desa Informatif, Unhas Luncurkan KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kalender Hijriah Global 1448 H Muhammadiyah: Link Akses dan PDF
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.