Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang bocah berusia 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6).
“Pemprov DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya pada malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada keluarga. Termasuk macam-macamnya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Kota Tua, Jakarta Pusat, Senin (29/6).
Pramono menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi apabila keluarga korban ingin menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut.
Lebih lanjut ia mengakui proyek tersebut merupakan proyek pertamanan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, pengelolaannya dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Memang itu adalah proyek yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR, tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu. Kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun meninggal dunia usai terjatuh ke lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 23.40 WIB.
Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga mengenai adanya seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek. Setelah menerima laporan tersebut, polisi bersama petugas gabungan langsung menuju lokasi kejadian.
“Polsek Tebet menerima laporan warga adanya anak kecil yang terperosok ke dalam lubang proyek,” kata Ischak, Minggu (29/6).
Menurut Ischak, korban semula bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek sebelum terjatuh ke lubang pengecoran dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter sekitar 30x30 sentimeter. Teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Posko Taktis (Poskotis) Manggarai.
“Korban bersama teman-temannya bermain di sekitar proyek. Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman 3,5 sampai dengan 4 meter dan diameter lubang 30x30 sentimeter. Rekan korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Poskotis Manggarai, dan dilanjutkan piket fungsi Polsek Tebet mendatangi TKP,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama lebih dari empat jam. Pada tahap awal, petugas berupaya mengevakuasi korban secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, upaya tersebut gagal karena ukuran lubang yang terlalu sempit.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, hingga meminjam dua unit ekskavator untuk membantu proses penggalian.
“Dilakukan pinjam pakai dua unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor. Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses,” ujar Ischak.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Korban berhasil dievakuasi pada pukul 03.55 WIB. Kondisi korban balita tidak tertolong,” kata Ischak.
Ia menambahkan, banyaknya warga yang memadati lokasi sempat menjadi kendala selama proses evakuasi. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.





