Polisi: Motif pelempar bom molotov di Koja Jakut akibat sakit hati

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Utara mengungkapkan modus pelaku yang melempar bom molotov dan menganiaya korban hingga melalulan perusakan di wilayah Koja, Jakarta Utara, dipicu oleh rasa sakit hati.

“Berdasarkan hasil penyidikan, motif para pelaku diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati akibat perselisihan dan perkelahian yang terjadi sebelumnya,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara AKP Bima Sakti Pria Laksana di Jakarta, Senin.

Bima menjelaskan para pelaku bersepakat merakit bom molotov di area pembuangan sampah. Sementara itu, salah satu pelaku inisial MT membawa sebilah celurit.

Para pelaku disebut mendatangi lokasi di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Saat hendak mengajak target berduel, satu bom molotov yang dilempar justru mengenai seorang perempuan berinisial RD beserta anaknya yang sedang melintas menggunakan sepeda motor.

“Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri setelah dikejar warga,” kata dia.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara menangkap pelaku pelempar bom molotov serta penganiayaan dan penyalahgunaan senjata tajam di kawasan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

“Kami menangkap dua pelaku berinisial H dan MT di lokasi," kata Bima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap H di kawasan Cipinang Bali, Jakarta Timur, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 00.00 WIB.

Setelah beberapa jam kemudian, pada Sabtu (27/6) pukul 02.30 WIB, petugas menangkap pelaku MT di Kampung Kandang, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara melalui hasil pengembangan dan keterangan dari pelaku pertama.

Sementara itu, pelaku lainnya berinisial D masih dalam pengejaran dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor matik beserta dokumen kendaraan, rekaman CCTV dan serpihan botol bom molotov.

Barang bukti lainnya, yakni hasil visum korban dan sebuah batu yang digunakan dalam aksi penganiayaan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 591 juncto Pasal 308 dan Pasal 309 KUHP tentang perusakan dan perbuatan yang membahayakan keselamatan umum.

Kemudian Pasal 307 KUHP tentang penyalahgunaan senjata tajam.

“Pelaku ini diancam hukuman mencapai sembilan tahun penjara," kata dia.

Baca juga: Polisi tangkap pelempar bom molotov dan penganiayaan di Koja Jakut

Baca juga: Polisi selidiki pelemparan molotov kepada pengendara motor di Jakut

Baca juga: Polisi kantongi identitas pelaku pelemparan bom molotov di Jakut


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raker FDPNI Percepat Kajian Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Bank Raya Rilis Fitur Raya Active, Integrasikan Tabungan dengan Aktivitas Olahraga
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Modal Rp30 Ribu Triliun dan 35 Juta Investor di 2030
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Pernyataan Sikap KND, Kecam Kasus Penyekapan Wanita yang Viral di Bandung
• 2 jam laludisway.id
thumb
Arab Saudi Genjot Proyek Terpadu, Madinah Disiapkan Jadi Pusat Investasi Global
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.