BEKASI, KOMPAS.com – Tangis M pecah saat menjemput jenazah suaminya, Sukanta (42), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dalam kecelakaan maut di Simpang Universitas Islam "45" (Unisma), Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026).
Di ruang jenazah RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, M tak kuasa menahan duka ketika Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro datang menyampaikan belasungkawa.
Sambil menangis histeris, M berulang kali menyebut suaminya merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga yang selama ini bekerja sebagai pengemudi ojol demi memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.
"Ya Allah, ini anak saya kecil-kecil, ya Allah. Kenapa suami saya yang ditabrak? Itu tulang punggung saya, ya Allah. Siapa yang tanggung jawab? Saya enggak terima, pokoknya saya enggak terima. Saya enggak kuat," ucap M sambil menangis di halaman ruang jenazah, Senin.
Baca juga: Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Truk Usai Kecelakaan Maut di Simpang Unisma
M mengatakan, kepergian suaminya membuat dirinya kehilangan sosok yang selama ini mencari nafkah untuk keluarga.
Ia mengaku bingung memikirkan kelangsungan hidup anak-anak mereka yang masih kecil.
"Saya butuh ayahnya. Enggak bisa apa-apa tanpa ayah. Uang makan, keluarga, kalau ditinggal sama dia saya enggak bisa apa-apa," katanya.
Dengan suara bergetar, M menceritakan perjuangan suaminya yang setiap hari bekerja dari pagi hingga malam untuk membayar cicilan rumah dan sepeda motor sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.
"Setiap hari cari duit, cari makan buat keluarga. Rumah saya masih nyicil. Bapaknya ngojek dari pagi sampai malam buat anak sekolah. Itu bapaknya jarang pulang karena enggak punya biaya buat bayar cicilan rumah sama motor," ujarnya.
Baca juga: Penampakan Lokasi Truk Tabrak 6 Motor di Simpang Unisma Bekasi hingga Tewaskan 1 Orang
Ia juga mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga mereka memang sedang sulit.
Menurut M, sebelum kecelakaan terjadi, suaminya hanya memiliki uang Rp 500.000 yang rencananya digunakan untuk membayar cicilan rumah.
"Dia sampai minjem Rp 200.000 dulu buat makan. Tapi dia meninggal, saya enggak kuat," kata M sambil terisak.
Sebagai informasi, Sukanta menjadi korban meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan truk boks dan enam sepeda motor di Simpang Unisma, Bekasi Timur, Senin pagi.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan kecelakaan diduga dipicu truk boks Isuzu bernomor polisi B-9916-TXT yang mengalami rem blong saat melaju dari arah selatan (Jakarta) menuju utara (Terminal Bekasi).





