Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan digelar di Ankara pada 7-8 Juli mendatang akan menjadi wadah penting bagi negara-negara anggota untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan keamanan global.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat menghadiri jamuan makan siang bagi para ketua parlemen negara-negara anggota NATO di Istanbul, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Erdogan, Turki memiliki kemampuan dalam menangani berbagai krisis regional serta pengalaman panjang sebagai anggota NATO yang dapat dibagikan kepada negara-negara sekutu.
Dikutip dari media Anadolu Agency, ia mengatakan Turki terus meningkatkan anggaran pertahanan dan saat ini menjadi salah satu dari lima kontributor terbesar dalam misi dan operasi NATO, sejalan dengan komitmen yang disepakati pada KTT NATO 2025 di Den Haag.
Erdogan menilai kemampuan pencegahan NATO dan solidaritas antarsekutu menjadi semakin penting di tengah dinamika keamanan global saat ini.
Ia juga menyerukan pembentukan jaringan keamanan dan pertahanan yang "tanpa syarat" di seluruh kawasan NATO, mulai dari Texas di Amerika Serikat hingga Ankara.
Mengenai perang Rusia-Ukraina, Erdogan mengatakan penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak 2022 harus dicapai melalui dialog dalam periode mendatang.
Selain itu, ia menilai isu Palestina menjadi inti dari ketegangan di Timur Tengah dan menegaskan perdamaian yang berkelanjutan tidak akan terwujud selama pendudukan wilayah Palestina oleh Israel masih berlanjut.
Baca juga: Trump Akan Hadiri KTT NATO di Turki pada Juli Mendatang




