KOMPAS.TV - Militer Iran merilis rekaman yang memperlihatkan peluncuran rudal yang menyasar Bahrain dan Kuwait, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat.
Teheran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah sasaran di Bahrain dan Kuwait.
Iran juga mengancam akan menghentikan sepenuhnya negosiasi untuk mengakhiri perang jika Washington melanjutkan serangannya.
Berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani awal bulan ini, AS dan Iran memiliki waktu 60 hari untuk merampungkan rincian kesepakatan tersebut.
Garda Revolusi Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan, licik dan tidak dapat dipercaya.
Juru Bicara Garda Revolusi Iran menyebut, negaranya akan memberikan respons yang jauh lebih keras dari sebelumnya jika ketegangan kembali meningkat.
Pernyataan itu disampaikan menyusul serangkaian serangan baru AS terhadap target-target di dalam wilayah Iran, yang merupakan operasi serupa kedua dalam kurun waktu dua hari.
Komando Pusat Amerika Serikat merilis video yang memperlihatkan serangan terhadap target-target militer Iran.
Rekaman tersebut menampilkan sejumlah serangan terhadap 10 target militer Iran di berbagai lokasi di dalam dan di dekat Selat Hormuz.
Militer AS menyebut, serangan ini atas arahan Presiden Donald Trump.
Pesawat militer AS menargetkan infrastruktur pengawasan, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone dan kemampuan penebaran ranjau milik militer Iran.
Baca Juga: AS vs Iran Memanas Lagi! Guru Besar Unpad & Dosen HI UNS Bongkar Peran Israel, Faktor Tunggal?
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- iran
- amerika
- iran balas as
- rudal iran
- bahrain kuwait
- trump





