Picu Teori Konspirasi, Kapten Aljazair Lontarkan Pengakuan Mengejutkan Terkait Tersingkirnya Iran di Piala Dunia

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MIAMI—Kapten Aljazair, Riyad Mahrez, telah memicu kontroversi besar menyusul komentarnya setelah pertandingan dalam hasil imbang 3-3 melawan Austria di Kansas City pada Piala Dunia.

Hasil tersebut, yang akhirnya membuat kedua tim melaju ke Babak 32 Besar, menyebabkan banyak teori konspirasi beredar di media sosial, terutama dengan tersingkirnya Iran.

Iran membutuhkan kemenangan Austria atau Aljazair untuk melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, tetapi pada akhirnya hal itu tidak terjadi bagi tim Asia tersebut.

Mahrez membalikkan keadaan dengan dua gol di babak kedua, namun Sasa Kalajdzic berhasil mencuri satu poin untuk Austria di waktu tambahan.

Namun, pelatih kepala Austria, Ralf Rangnick, bersikeras bahwa dua gol di waktu tambahan sudah cukup untuk membuktikan bahwa kedua tim berusaha untuk menang.

Namun, Mahrez justru menjadi pusat tuduhan pengaturan pertandingan setelah ia mengakui bahwa pertandingan penting di Stadion Kansas City terasa agak canggung di beberapa momen, mengisyaratkan bahwa para pemain Austria tidak melakukan cukup banyak dan hal itu menyebabkan gol keduanya.

“Sejujurnya, agak canggung,” akunya setelah pertandingan dikutip NDTV.

“Kami bermain melebar dan mereka bertahan, tetapi di menit terakhir seseorang mengoper bola, dia berbalik, dan saya harus berlari. Saya harus menghormati sepak bola. Bola sampai di depan kiper dan saya harus mencetak gol – saya harus mencoba mencetak gol. Saya tahu ini situasi yang canggung, tetapi ini sepak bola, dan saya harus menghormatinya,” tambahnya.

“Dan hal yang baik – yah, hal yang baik bagi mereka (Austria) – adalah mereka mencetak gol dan mereka lolos. Kami berdua lolos, dan itu yang terpenting hari ini,” kata Mahrez.

Berbicara lebih lanjut tentang golnya di waktu tambahan, Mahrez menambahkan itu memalukan.

“Ketahuilah bahwa ini situasi yang memalukan… tetapi bola sampai kepada saya, apa yang harus saya lakukan? Saya harus mencetak gol dan saya menghormati aturan permainan,” tegasnya.

Pertandingan tersebut mengingatkan para penggemar pada “Aib Gijon” yang terkenal, yang menyebabkan Aljazair tersingkir dan Austria lolos bersama Jerman Barat di Piala Dunia 1982. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil: RI Perlu 4 Juta Kiloliter Etanol dari Petani per Tahun untuk Buat BBM E20
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Bulog Tarik Semua Minyakita Berbau Solar, Masyarakat Terima Penggantian Produk Baru
• 9 jam lalunarasi.tv
thumb
Polisi Amankan Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Bekasi
• 10 jam laluokezone.com
thumb
MK Instruksikan DPR Masukkan Aturan Dana Pensiun dalam RUU Ketenagakerjaan
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prediksi Belanda vs Maroko: Statistik, Head to Head, dan Perkiraan Skor
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.