Menkes Minta Dukungan Skrining TBC Tiap Tahun di 532 Lapas

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

CILACAP, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta dukungan agar skrining penyakit Tuberkulosis bagi setiap warga binaan dapat terus digelar setiap tahunnya di 532 lapas.

"Saya mohon dukungannya agar screening TBC ini bisa dilakukan setiap tahun di 532 lapas dan rutan dan juga ke 274.000 warga binaan," kata di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Menkes Puji Lapas Nusakambangan: Tidak Seseram yang Saya Bayangkan

Menurut Menkes, lingkungan lapas dan rutan menjadi sarang penyebaran penyakit TBC yang sangat cepat.

"Jadi kenapa kita mau TBC di lapas? Karena memang dilapas ini lebih tinggi rata-rata pendidik TBC ini," kata dia.

Ia menyebut, penyakit TBC sebenarnya dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

"Jadi kalau ketahuan, diobati. Pasti sembuh, pasti sembuh. Cuma masalahnya enggak ketahuan. Karena enggak pernah diobati," imbuhnya.

Baca juga: Kasus TBC di Lapas Tinggi, Menkes: Karena Napi Tidur Dempet-dempetan

Di Indonesia, setiap lima menit terdapat setidaknya dua orang meninggal karena TBC di Indonesia.

"InI TBC setahun 1 juta yang kena di Indonesia. Yang meninggal setial tahun 126.000, saya ngomong lima menit di sini," jelas dia.

Dengan skrining setiap tahunnya, Budi berharap angka kasus penyakit TBC di lingkungan lapas dapat menurun signifikan.

"Kalau mereka terdeteksi, mereka bisa segera diobati karena harusnya mereka sembuh, dan tidak menularkan ke yang lain," tuturnya.

Baca juga: Kasus TBC di Lapas Tinggi, Menkes: Karena Napi Tidur Dempet-dempetan

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjalankan program CKG dan Skrining Tuberkulosis bagi 272.573 warga binaan pemasyarakatan seluruh Indonesia yang dimulai hari ini di Lapas Nusakambangan.

Di Lapas Nusakambangan terdapat kurang lebih 4.842 warga binaan dan 929 pegawai yang dicek kesehatannya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pengecekan kesehatan bagi warga binaan lapas ini sebagai dukungan terhadap program Hasil Terbaik Cepat Presiden (PHTC) RI dalam mendeteksi dini berbagai penyakit dan penuntasan TBC, sekaligus eliminasi TBC pada tahun 2030.

Sebagaimana juga yang telah diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Muda di NTT Akhiri Hidup Diduga Akibat Intimidasi, Ketua DPD RI Sultan Sampaikan Duka Cita Mendalam
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Buntut Dugaan Fitnah yang Dialami, Pekerjaan Sarwendah Ikut Terdampak
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Rumor Transfer Barca Memanas, Oyarzabal Tegaskan Setia di Sociedad
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Mengerikan! Truk Towing Bermuatan Alat Berat Meluncur Mundur Tabrak Masjid di Kulonprogo
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
AS dan Iran Sepakat Hentikan Permusuhan, Akan Bertemu di Qatar Bahas Selat Hormuz
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.