JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah memastikan program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Merah Putih tetap dilanjutkan meski terjadi insiden 5 peserta meninggal dunia selama pelatihan.
"Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja sehingga pelatihan tetap jalan terus," ujar Wamensesneg Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 29 Juni 2026.
BACA JUGA:Raih 44,73 Persen Suara, Karya Fajar Novario Resmi Terpilih Jadi Logo HUT ke-81 RI
Ia mengatakan pemerintah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait insiden tersebut dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan.
"Masukan dari masyarakat, dari berbagai pihak untuk peristiwa itu tentu didengar oleh pemerintah, diperhatikan, dan itu menjadi bahan untuk mengevaluasi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baik," ujarnya.
Juri menjelaskan sebelumnya Kementerian Pertahanan telah menyampaikan bahwa Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi calon Manajer Koperasi Merah Putih.
BACA JUGA:100 Pemilih Logo HUT ke-81 RI Dapat Dana Pendidikan Rp8,1 Juta dari Pemerintah
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kualitas pelatihan dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya.
"Masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil setelah insiden yang menyebabkan sejumlah peserta meninggal dunia.
Pemerintah juga berkomitmen memperbaiki prosedur pelatihan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari pembekalan bagi calon Manajer Koperasi Merah Putih yang dipersiapkan untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.





