Kronologi Karyawan Padel Disekap di Jaksel Usai Dituduh Curi Raket, Ngaku Dipukul dan Disiram Kopi hingga Gigi Rontok!

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang karyawan toko perlengkapan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Abdul Latif diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan. Abdul Latif disekap dua hari oleh empat rekan kerjanya usai dituding mencuri 10 raket padel.

Tak hanya disekap, ia mengaku dipukul dan disiksa oleh pelaku hingga membuat tubuhnya lebam dan gigi rontok. Dari kasus tersebut, polisi telah menangkap empat orang tersangka.

Selain itu, korban kini juga berstatus sebagai terlapor atas dugaan pencurian dan/atau penggelapan aset perusahaan. Lantas bagaimana kronologi karyawan padel disekap di Jaksel? Simak penjelasannya.

Kronologi Karyawan Padel Disekap di Jaksel

Diketahui, Abdul Latif baru bekerja di toko Pedal padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu selama dua bulan. Namun, baru-baru ini Abdul Latif dituding mencuri 10 raket padel.

Lantaran hal itu, Latif diminta membayar uang ganti rugi sebesar Rp50 juta. Bahkan, rekan kerjanya datang ke rumah Latif untuk menagih uang ganti rugi itu pada Senin (22/06/2026).

Keluarga korban mengaku hanya mampu mencicil Rp1 juta per bulan, tetapi permintaan itu ditolak. Kemudian, mereka melihat sepeda motor milik adik Latif yang terparkir di teras rumah.

Lantas mereka meminta agar dua sepeda motor itu serta dua ponsel bisa dijadikan jaminan sebelum Latif melunasi ganti rugi. Tak hanya itu, mereka juga membawa Latif pergi.

"Mereka meminta ganti rugi Rp 50 juta. Lalu Abdul Latif dibawa ke kantor toko padel," ujar kuasa hukum Latif, Nugraha Budi, saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Jumat (26/6/2026).

Diakui Nugraha, Latif memang mengaku mencuri 10 raket padel dari sana. Namun, pengakuan itu keluar dari mulutnya saat disiksa oleh rekan kerjanya.

 “Kalau menurut Latif dia dipaksa, saat itu dipukuli. Terpaksa mengaku biar tidak dipukuli. Tapi apakah mencuri apa enggak itu yang harus dibuktikan di proses hukum," katanya.

Disekap 2 Hari dan Dianiaya

Latif mengaku setelah tiba di kantor ia diikat menggunakan kabel ties layaknya seorang tahanan. Ia juga mengaku dipukul beberapa kali hingga giginya rontok dan kakinya pincang. Tak hanya itu, ia juga mengaku disiram dengan kopi yang masih hangat.

Awalnya. Latif mengaku bisa kabur dengan bantuan ojek. Sesampainya di rumah, Latif justru diminta kembali ke kantor. Latif pun kembali lagi ke sana lantaran khawatir situasi memburuk.

Setelah memenuhi permintaan tersebut, Latif justru kembali dianiaya. Dia dikurung dalam lift dan dipukul. Di lift itu lah ia mencuri kesempatan untuk menghubungi ibunya lewat panggilan video.

"Saya disekap, tangan saya diikat, nah pas hari pertama itu saya dipukuli. Sekitar 20 orang, 30 orang. Kaki saya pun sakit juga karena ada yang nendang. Mata saya lebam, bibir saya sobek, gigi saya patah," tutur Latif dilansir dari Wartakotalive.com.

"Selesai dipukuli saya dimasukin ke gudang, dikunci, dengan tangan terikat, dengan kondisi luka yang nggak diobati juga, dan ditinggal begitu saja. Nah kalau malam dipindahkan ke dalam lift barang. Pintunya pun dikunci juga, tangannya diikat juga. Jadi dia mukulnya pakai gelas kopi sama kopi-kopinya sama es batu ke mata. Jadi gelap semua, baru saya dikeroyokin di situ," ucap Latif.

4 Orang Jadi Tersangka

Ibu Latif, Mahdalennah datang ke Pedal Padel didampingi kuasa hukum dan pihak kepolisian setelah membuat laporan tentang dugaan penyekapan dan perampasan sepeda motor pada Rabu (24/06/2026). Siang itu, polisi menggrebek lokasi penyekapan dan korban langsung diselamatkan.

Namun, beberapa orang disebut menghalangi proses tersebut karena masih ingin kasus pencuriannya diselesaikan. Sementara itu, Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo menangkap rekan kerja Latif berinisial ASB, RRK, AH, dan DW.

"Mereka bilang, kasus pencurian masih harus dimediasi. Tapi pihak kami menolak karena sudah ada perbuatan penyiksaan yang kejam," tutur Nugraha.

Demikianlah kronologi karyawan padel disekap di Jaksel usai dituduh mencuri. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Orang jadi Tersangka Penyekapan Karyawan di Jakpus
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Pilih Turun Kembali di Lampung, Terbongkar Rahasia Jokowi Bangun Kesuksesan Politik di Indonesia
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Periksa 3 Legislator TTU dalam Penyelidikan Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Kronologi Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha, Berawal Tangani Pasien Keluarga Anggota DPRD TTU
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gapura Taman Royal Tangerang Dibongkar karena Rawan Roboh, Warga Patungan Rp 26 Juta
• 27 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.