Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bocah berinisial I (4 tahun) setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Jalan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan.
Bocah tersebut terjebak selama sekitar empat jam pada Minggu (28/6) dini hari sebelum dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
“Tentunya Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Senin.
Pramono menjelaskan pada Sabtu (27/6) malam, anak tersebut diketahui ikut menemani sang ibu berjualan teh di kawasan Manggarai sampai Minggu (28/6) dini hari.
Pramono mengatakan anak tersebut kemudian bermain ke area yang sebenarnya ditutup karena terdapat lubang untuk pengecoran.
“Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu. Dan kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat,” jelas Pramono.
Pada Minggu (28/6) dini hari, Pramono segera memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.
“Jadi kami sudah terlibat dari awal termasuk saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan,” kata Pramono.
Pramono bahkan mempersilakan keluarga korban apabila ingin menempuh jalur hukum untuk kejadian tersebut.
“Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” ucap Pramono.
Baca juga: Bocah meninggal usai terjebak empat jam di lubang proyek Tebet
Baca juga: Polisi dalami kelalaian kasus bocah terjatuh di lubang proyek Tebet
Baca juga: Lokasi jatuhnya bocah di lubang proyek Tebet akan jadi lapangan futsal
Bocah tersebut terjebak selama sekitar empat jam pada Minggu (28/6) dini hari sebelum dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
“Tentunya Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Senin.
Pramono menjelaskan pada Sabtu (27/6) malam, anak tersebut diketahui ikut menemani sang ibu berjualan teh di kawasan Manggarai sampai Minggu (28/6) dini hari.
Pramono mengatakan anak tersebut kemudian bermain ke area yang sebenarnya ditutup karena terdapat lubang untuk pengecoran.
“Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu. Dan kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat,” jelas Pramono.
Pada Minggu (28/6) dini hari, Pramono segera memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.
“Jadi kami sudah terlibat dari awal termasuk saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan,” kata Pramono.
Pramono bahkan mempersilakan keluarga korban apabila ingin menempuh jalur hukum untuk kejadian tersebut.
“Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” ucap Pramono.
Baca juga: Bocah meninggal usai terjebak empat jam di lubang proyek Tebet
Baca juga: Polisi dalami kelalaian kasus bocah terjatuh di lubang proyek Tebet
Baca juga: Lokasi jatuhnya bocah di lubang proyek Tebet akan jadi lapangan futsal





